Berita

jumhur hidayat/net

Kualitas Tenaga Kerja Indonesia Terunggul di Dunia

RABU, 09 OKTOBER 2013 | 11:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Di mata negara penempatan, kualitas tenaga kerja Indonesia (TKI) sudah melampaui kualitas tenaga kerja dari Filipina.

Bahkan, saat ini, trend TKI sudah menggusur keberadaan pekerja Filipina di berbagai sektor. Jika sebelumnya Indonesia dikenal sebagai negara terbesar dalam penempatan TKI Penata Laksana Rumah Tangga (PLRT) kini dunia lebih mengenai Indonesia sebagai negara yang menempatkan TKI semi skill dan skill.   

"TKI kita paling bagus dibandingkan Filipina baik dari hard skill maupun soft skill-nya," kata epala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI), Moh Jumhur Hidayat (Rabu, 9/10).


Menurut  Jumhur, keunggulan TKI  ini tidak terlepas dari upaya BNP2TKI untuk terus meningkatkan penempatan TKI formal sekaligus pada saat bersamaam mengurangi penempatan TKI informal seperti PLRT. Peningkatan itu didapat dari promosi gencarTKI formal ke mancanegara baik melalui roadshow, marketing intelligence dari perwakilan di luar negeri maupun dari employment business meeting BNP2TKI yang diadakan di luar negeri.

Dijelaskannya, keunggulan TKI ini bisa dilihat dari aspek hard skill seperti profesi mereka yang bekerja di sektor oil and gas, enggineering hingga chef. Di negara Timur Tengah mereka yang bekerja di sektor oil anda gas digaji mulai dari 5000-10.000 dolar US. Dilihat dari aspek soft skill seperti ketekunan, etos kerja dan keramahan, pekerja kita lebih unggul dari Filipina.

Kelemahannya TKI, lanjut Jumhur, hanya satu yaitu kemampuan bahasa Inggrisnya. Karena itu, BNP2TKI terus bekerjasama dengan center of ecellence seperti dunia pendidikan dan asosiasi profesi untuk meningkatkan kualitas bahasa Inggris mereka. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya