Berita

sabam sirait/net

Pesan Sabam Sirait: Pendidikan Kader Harus Diperbaiki Terus Menerus

RABU, 09 OKTOBER 2013 | 09:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sejatinya, partai didirikan bukan untuk partai itu sendiri, dan apalagi bukan untuk anggota-aggota di dalamnya semata. Partai didirikan dan dibangun justru untuk mengurus Republik, baik mengurus persoalan di dalam negara maupun mengurus persoalan global dengan negara-negara lain dunia.

Karena itulah, kata tokoh nasionalis Sabam Sirait, proses kaderisasi anggota partai harus komprehensif dan dilakukan dengan berbagai cara. Di tingkat internal misalnya, kaderisasi itu bisa dilakukan dalam acara-acara formal partai, atau pertemuan-pertemuan informal. Pendidikan kader partai juga bisa dilakukan melalui pendidikan dan pembekalan caleg. Dan kaderisasi terus dilakukan saat sang kader menjadi anggota legislatif, seperti mempelajari bagaimana RUU dibuat.

"Tentu saja, pendidikan kader ini harus diperbaiki terus menerus, tidak boleh berhenti, harus sesuai dengan kebutuhan. Pengkaderan juga bisa dilakukan dengan cara-cara berbeda, sesuai dengan perkembangan dan kondisi nasional," kata Sabam, yang merupakan politisi senior PDI Perjuangan, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 9/10).


Sabam sendiri melihat dan memandang proses kaderisasi di PDI Perjuangan saat ini sudah berhasil dengan baik. Sabam juga menyarankan agar setiap level pimpinan semakin mengintensifkan pertemuan dengan level di bawahnya.

Misalnya, pimpinan DPD di provinsi terus berkomunikasi dan melakukan pertemuan-pertemuan dengan pimpinan cabang di tingkat kabupaten/kota bahkan mungkin bisa ke tingkat kelurahan. Pun demikian, pimpinan DPC di tingkat kabupaten/kota harus intens melakukan komunikasi dan bertemu hingga ke level anggota-anggota di akar rumput secara personal.

"Dalam pertemuan itu, kader harus menyerap aspirasi masyarakat, mendengarnya, memahaminya, merumuskannya serta memperjuangkannya dengan posisi masing-masing. Kalau dia anggota DPR misalnya, maka aspirasi rakyat itu harus diperjuangkan di tingkat legislatif," ungkap Sabam. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya