Berita

jumhur hidayat/net

Jumhur Tantang Pemuda Kembangkan Kearifan Lokal

MINGGU, 06 OKTOBER 2013 | 12:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Tokoh muda yang juga Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) Moh Jumhur Hidayat menantang dan mengajak pemuda Indonesia untuk dapat menumbuh kembangkan kearifan lokal (local wisdom) dalam nilai-nilai peradaban saat ini. Mengingat eksplorasi kearifan lokal nyaris punah terkikis perkembangan zaman.

"Paling tidak pemuda Indonesia berimbang memperlakukan budaya kita. Kalau lebih juga dari situ kita bicara mengembangkan lokal genius suku-suku bangsa," kata Jumhur saat memberikan sambutan dalam acara Lokakarya dan Pengukuhan Pengurus DPP Persaudaraan Pemuda Etnis Nusantara (DPP PENA) periode 2013-2018, di Hotel Maharadja, Jakarta, Sabtu (5/10).

Jumhur menilai selama ini ada ketidakseimbangan porsi budaya luar dengan kebudayaan Indonesia itu sendiri dalam kehidupan berbangsa. Karena itu, katanya, tugas pemuda bagaimana mengapresasi unsur-unsur lokal.


"Setiap suku bangsa punya peradabannya masing-masing, punya local wisdom masing-masing.  Maksud saya, ini tidak dieksplorasi bangsa ini tapi kita justru  mengeksplorasi local wisdom dari luar NKRI," ungkap dia.

Jumhur pun menyoroti bagaimana anak muda Indonesia sangat menyukai budaya pop Korea seperti Gangam Style dibanding Sajojo atau Poco-Poco. Namun, kebudayaan luar tersebut harusnya bisa berimbang dengan kearifan lokal Indonesia.

"Kok kita lebih bangga dengan gangnam style dibanding Sajojo atau Poco-poco. Kenapa anda sebagai kalangan muda tidak bikin 10 ribu menari poco-poco atau Sajojo di Monas," tukas mantan aktivis itu.

Jumhur juga menegaskan, budaya lokal yang dikembangkan dan menjadi ciri khas masing masing daerah memiliki nilai ekonomi tinggi. Selama ini kalau ke kota-kota di daerah dan menginap di hotel, rasanya tidak ada yang berbeda. Hanya Bali yang bisa mengembangkan ciri khas daerahnya,

"Hanya di Denpasar saja kita merasakan budaya Bali. Ada yang khas Bali di sana. Sementara kalau ke kota-kota lain ya sama seperti kota-kota di luar negeri. Seragam dan tidak ada kekayaan daerah yang muncul," katanya. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya