. Kader Penggerak Partai Hanura mendapatkan kartu kader penggerak berasuransi. Kartu ini merupakan bentuk kepedulian Partai Hanura dan Capres-Cawapresnya, Wiranto dan Harry Tanoe, kepada para kadernya yang meninggal dunia baik karena kecelakaan maupun sakit.
"Kartu Kader Penggerak berasuransi ini didistribusikan melalui seluruh caleg baik DPR RI, maupun DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten / Kota," kata Caleg DPR Dapil Kota Depok-Bekasi, M. Fariza Y. Irawady, beberapa saat lalu (Sabtu, 5/10).
Pada Kamis lalu (3/10), Fariza juga bertakziah kepada kader Hanura yang meniggal dunia di Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok. Selain memberi santunan, Fariza juga menjelaskan bahwa proses klaim asuransi kepada kader penggerak partai Hanura sangat mudah.
"Santunan ini saya berikan kepada keluarga almarhum sambil menunggu proses klaim asuransi selama satu minggu setelah kelengkapan persyaratan diterima asuransi yaitu berupa formulir Kader Penggerak Partai Hanura, fotocopy kartu keluarga, KTP dan surat keterangan kematian yang berlegarisir," kata Fariza, sambil mengatakan bahwa santunan yang diberikan dari asuransi yaitu Rp 9 Juta jika meninggal karena Kecelakaan, dan Rp 1 Juta jika meninggal karena sakit
Erwansyah, anak sekaligus ahli waris dari almarhum Unah, yang menerima santunan tersebut, menyatakan bahwa ketika ada musibah meninggal dunia, ia harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Karena itu, ia yang ekonominya pas-pasan, merasa terbantu dengan asuransi ini.
Apresiasi juga disampaikan tokoh masyarakat Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok, Aseli, yang juga salah seorang Kader Penggerak Partai Hanura. "Bentuk bantuan seperti ini membuat kami para kader Partai Hanura di wilayah Sawangan, Depok ini semakin bersemangat menggerakan Partai Hanura, kiprah Hanura dan Pak WIN-HT ini menunjukkan bahwa Hanura bukan partai yang hanya mengumbar janji tapi benar benar peduli," demikian Aseli.
[ysa]