Berita

Buktikan Kepedulian, Hanura Santuni Kader yang Meninggal Dunia

SABTU, 05 OKTOBER 2013 | 13:39 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kader Penggerak Partai Hanura  mendapatkan kartu kader penggerak berasuransi. Kartu ini merupakan bentuk kepedulian Partai Hanura dan Capres-Cawapresnya, Wiranto dan Harry Tanoe, kepada para kadernya yang meninggal dunia baik karena kecelakaan maupun sakit.

"Kartu Kader Penggerak berasuransi ini didistribusikan melalui seluruh caleg baik DPR RI, maupun DPRD  Provinsi, DPRD Kabupaten / Kota," kata Caleg DPR Dapil Kota Depok-Bekasi, M. Fariza Y. Irawady, beberapa saat lalu (Sabtu, 5/10).

Pada Kamis lalu (3/10), Fariza juga bertakziah kepada kader Hanura  yang meniggal dunia di Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok. Selain memberi santunan, Fariza juga menjelaskan bahwa proses klaim asuransi kepada kader penggerak partai Hanura sangat mudah.


"Santunan ini saya berikan kepada keluarga almarhum sambil menunggu proses klaim asuransi selama satu minggu setelah kelengkapan persyaratan diterima asuransi yaitu berupa formulir Kader Penggerak Partai Hanura, fotocopy kartu keluarga, KTP dan surat keterangan kematian yang berlegarisir," kata Fariza, sambil mengatakan bahwa santunan yang diberikan dari asuransi yaitu Rp 9 Juta jika meninggal karena Kecelakaan, dan Rp 1 Juta jika meninggal karena sakit

Erwansyah, anak sekaligus ahli waris dari almarhum Unah, yang menerima santunan tersebut, menyatakan bahwa ketika ada musibah meninggal dunia, ia harus mengeluarkan biaya yang cukup besar. Karena itu, ia yang ekonominya pas-pasan, merasa terbantu dengan asuransi ini.

Apresiasi juga disampaikan tokoh masyarakat Kelurahan Pasir Putih, Sawangan, Depok, Aseli, yang juga salah seorang Kader Penggerak Partai Hanura. "Bentuk bantuan seperti ini membuat kami para kader Partai Hanura di wilayah Sawangan, Depok ini semakin bersemangat menggerakan Partai Hanura, kiprah Hanura dan Pak WIN-HT ini menunjukkan bahwa Hanura bukan partai yang hanya mengumbar janji tapi benar benar peduli," demikian Aseli. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya