Berita

twedy noviadi/net

Runtuh Sudah Integritas dan Kredibilitas Hakim MK

KAMIS, 03 OKTOBER 2013 | 14:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebagai salah satu lembaga tinggi negara yang hadir di era reformasi, Mahkamah Konstitusi (MK) diharapkan mampu menunjukkan wajah baru penegakan hukum di Indonesia. Yaitu wajah hukum yang berwibawa, tegas, biijaksana dan berkeadilan.

Namun, dengan tertangkapnya Ketua MK Akil Mochtar, kata Ketua Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI, Twedy Noviadi, hal ini menunjukkan hilangnya integritas dan kredibilitas para para hakim konstistusi.  Tertangkapnya ketua MK juga menegaskan bahwa korupsi tidak mengenal batas-batas tertentu, termasuk instituasi MK yang merupakan institusi negara yang diharapkan diisi oleh negarawan.

"Dengan praktek korupsi yang merajalela di Indonesia, menunjukkan ada sesuatu yang salah dengan sistem yang ada di Indonesia. Untuk itu, harus segera ada perbaikan terhadap sistem hari ini yang high cost dan cenderung mendorong terjadinya praktek korupsi," kata Twedy beberapa saat lalu (Kamis, 3/10).


Selain itu, Twedy menambahkan, tertangkapnya ketua MK dan kasus-kasus korupsi yang melibatkan para pejabat negara ini juga menunjukkan sikap anti Pancasila dan melanggar sumpah jabatan. Sumpah terhadap kesetiaan Pancasila dan NKRI yang selalu diucapkan para pejabat negara menjadi tidak sakral lagi.

"Hal tersebut merupakan kemunduran bagi peradaban bangsa Indonesia. Presidiun GMNI mengecam perilaku koruptif tersebut," demikian Twedy. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya