Berita

RISET GUNUNG PADANG

Andi Arief Dkk Hari Ini Bertemu Dedi Mizwar di Gedung Sate

KAMIS, 03 OKTOBER 2013 | 08:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berhasil menjawab keraguan besar di kalangan masyarakat, dan membuktikan diri bisa menjadi hulubalang pemberantasan korupsi yang merajalela. Kini giliran Tim Terpadu Riset Mandiri (TTRM) menjawab keragu-raguan masyarakat atas riset yang mereka lakukan di kawasan situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat.


Demikian disampaikan inisiator TTRM yang juga Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief. Bersama sejumlah pakar yang terlibat dalam riset, seperti DR. Danny Hilman, DR. Ali Akbar dan DR. Didit Ontowirjo, Andi Arief dijadwalkan bertemu Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mizwar di Gedung Sate, Bandung, hari ini (Kamis, 3/10).

Dalam pertemuan itu, TTRM akan mempresentasikan hasil riset yang mereka lakukan selama ini di Gunung Padang. Dengan menggunakan berbagai metode ilmiah, seperti geolistrik, georadar dan tomografi, juga pengujian lewat pengeboran, tim menyimpulkan ada bangunan besar buatan manusia yang tertimbun di bawah situs megalitkum itu.   


“Ini megastruktur. Hipotesa bangunan dalamnya yang terbungkus bangunan luar tadi meski belum lewat eskavasi, namun dari beberapa titik pengeboran secara meyakinkan keberadaan chamber dan bentuk lainnnya persis pemindaian geofisika dari tim non tomografi maupun tim tomografi,” ujar Andi Arief.

Dia melanjutkan, ini adalah kali pertama temuan bangunan bawah permukaan peninggalan masa lalu yang teridentifikasi teknologi.

“Para peneliti beberapa hari lalu dengan pertimbangan lengkapnya data yang ada memutuskan untuk untuk membuka akses masuk bangunan bawah permukaan dengan kehati-hatian tinggi.Dipastikan berada di kedalaman delapan sampai 10 meter dari permukaan. Lokasinya berada sedikit di luar situs,” jelasnya lagi. [dem]


Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Fenomena, Warga Sumsel Ramai-Ramai Siarkan Banjir Secara Live

Minggu, 05 April 2026 | 21:48

Besok Jusuf Kalla Laporkan Rismon Sianipar ke Bareskrim Polri

Minggu, 05 April 2026 | 21:29

Kejagung Periksa Kajari Karo Danke Rajagukguk

Minggu, 05 April 2026 | 20:57

Rekan Akmil Kenang Dedikasi Mayor Zulmi di Medan Tugas

Minggu, 05 April 2026 | 20:47

LPSK: RUU PSDK Harus Perkuat SIstem Perlindungan Saksi dan Korban

Minggu, 05 April 2026 | 20:31

JK: Saya Kenal Roy Suryo, Tapi Tak Pernah Danai Isu Ijazah Jokowi

Minggu, 05 April 2026 | 19:58

Simpan Telur di Kulkas, Dicuci Dulu atau Tidak?

Minggu, 05 April 2026 | 19:56

BRIN Ungkap Asa-Usul Cahaya Misterius di Langit Lampung

Minggu, 05 April 2026 | 19:15

Mayor Anumerta Zulmi Salah Satu Prajurit Terbaik Kopassus

Minggu, 05 April 2026 | 18:51

Terendus Skema Gulingkan Prabowo Lewat Rekayasa Krisis dan Kerusuhan

Minggu, 05 April 2026 | 18:33

Selengkapnya