Berita

wiranto/net

Wiranto Ajak Publik Tak Lagi Memperdebatkan Istilah Empat Pilar

RABU, 02 OKTOBER 2013 | 13:46 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Istilah Empat Pilar Kebangsaaan, yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tungga Ika, tak perlu lagi dipersoalkan dan diperdebatkan. Hal yang paling penting adalah, menjadikan Pancasila sebagai pandangan hidup bangsa Indonesia dan harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Demikian disampaikan Ketua Umum Hanura, Wiranto, saat menyampaikan sambutan dalam  Seminar Empat Pilar Kebangsaan yang diadakan oleh Perempuan Hanura bekerja sama dengan Fraksi Partai Hanura di MPR RI di Gedung MPR RI, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta (Rabu, 2/10).

"(Dalam menimplementasi Pancasila itu), janganlah kita menyalahkan masa lalu. Orde Baru menyalahkan Orde Lama , Orde Reformasi menyalahkan Orde Baru. Hal ini dikarenakan perjalanan bangsa tidaklah bisa dipenggal-penggal. Oleh karena itu apabila ada sesuatu yang baik dimasa lalu tetap harus dipertahankan dan apabila ada yang buruk maka harus ditinggalkan," ungkap Wiranto.


Wiranto mencontohkan Jepang dan Cina yang maju karena konsep ATM, atau amati, tiru dan modifikasi. Negara-negara tersebut mencontoh yang sudah ada, ditiru dan lalu dimodifikasi. Oleh karena itu konsep Empat ilar yang dibuat di Orde Lama, dimodifikasi di Orde selanjutnya.

"Ada tiga lipatan waktu, masa lalu adalah memori dan referensi bagi masa kini agar dapat meraih masa depan yang lebih baik. Dan Bukankah agama mengajarkan bahwa hari ini harus lebih baik dari hari kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini," demikian Wiranto. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya