Berita

ee mangindaan/net

KECELAKAAN KERETA API

PKS Suruh Kementerian EE Mangindaan Serius Urus Perlintasan Kereta Api

RABU, 02 OKTOBER 2013 | 13:37 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ssuai dengan Peraturan Menteri 36/2011, Ditjen Kereta Api selaku regulator, harus mengawasi pengoperasian perlintasan kereta, termasuk menutup perlintasan liar. Artinya, memang pengawasan kelayakan operasional, pemberian ijin hingga penutupan perlintasan kereta menjadi tanggung jawab pemerintah.

"Kalau dinilai membahayakan karena tidak ada penjaganya, seharusnya pemerintah melakukan evaluasi atau memenuhi fasilitasnya untuk menjaga keselamatan. Bukan seperti sekarang justru lepas tangan," kata anggota Komisi V DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yudi Widiana Adia, beberapa saat lalu (Rabu, 2/10).

Pernyataan Yudi ini terkait dengan kecelakaan demi kecelakaan di perlintasan kereta api terus terjadi. Terakhir di perlintasan kereta api  di perbatasan Cirebon dan Indramayu pada Selasa kemarin (1/10) yang menewaskan 13 orang.


Yudi meminta Kementerian Perhubungan yang dipimpin EE Mangindaan, khususnya Ditjen kereta Api untuk lebih serius menangani perlintasan kereta api ini. Tak hanya memenuhi fasilitas keselamatannya, Yudi juga meminta pemerintah menutup perlintasan liar yang tidak memiliki ijin, mengingat, sudah banyak korban jiwa tabrakan kereta dan kendaraan diperlintasan kereta.

Saat ini, Yudi mencatat, ada sekitar 2.923 palang pintu perlintasan kereta api yang tersebar di pulau Jawa. Dari jumlah tersebut tercatat sekitar 1.192 tidak dijaga petugas.  Artinya 40 persen perlintasan yang ada rawan terjadi kecelakaan dan membahayakan keselamatan jiwa pengguna jalan dan perjalanan kereta. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya