Berita

Megawati Seokarnoputri/net

Politik

Disayangkan Megawati Telantarkan PAW Taufik Kiemas

SELASA, 01 OKTOBER 2013 | 21:50 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

PDI Perjuangan diprotes terkait masih kosongnya kursi almarhum Taufik Kiemas di DPR RI. Pasca meninggalnya suami Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Seokarnoputri empat bulan lalu, proses Pergantian Antar Waktu (PAW) belum juga dilakukan.
 
"Meski tidak ada aturan, karena PAW itu kewenangan internal tapi tentunya proses PAW ini harus dilakukan secepat mungkin," kata Aktivis Petisi 28 Haris Rusli kepada wartawan, Selasa (1/10).
 
Dia mengaku prihatin dengan Ketua Umum PDIP yang menelantarkan proses PAW tersebut. Kata dia, benar peserta pemilu adalah partai politik. Tapi, dengan suara terbanyak maka kader sebagai calon anggota legislatif memiliki peran atas kemenangan partai. "Negara ikut membiayai, jika proses PAW yang sampai menunggu 4 bulan ini dihambat, maka penyelenggara pemilu yaitu KPU ikut dirugikan," ujar Haris.
 

 
Pengamat Jeirry Sumampow mengatakan, lambatnya proses PAW di DPR bisa terjadi di DPR/MPR, bisa di KPU dan terkahir di Parpol. "Bisa saja di sini parpol yang menghambat, sengaja diulur-ulur. Sehingga, KPU tidak bisa mersepon. Sebenarnya PAW itu soal adminsitratif sangat sederahana," kata Jeirry saat dihubungi wartawan.
 
Secara umum kata Jeirry, proses PAW lebih banyak hambatanya ada di parpol. Karena adanya proses loby antara si calon dengan parpol. "Siapa yang akan menggantikan, dia tentu harus loby. Harusnya dia menggantikan, tapi karena lobynya lemah maka bisa saja terpental," ujarnya.

Lebih lanjut Koordinator Komite Pemilih Indonesia proses PAW menerangkan, agar tidak timbul persepsi negatif, PDIP semestinya melakukan langkah cepat. "Ini perlu diurai, di mana terjadi penghambatnya. Ada baiknya ini ditanyakan ke KPU, MPR dan parpol itu sendiri," tandasnya.
 
Dihubungi terpisah, calon pengganti Taufik Kiemas, Beathor Suryadi mengaku masih terus menunggu keputusan partai terkait dengan proses PAW tersebut.
 
"Betul peserta politik itu adalah parpol, tapi dengan suara terbanyak ini kan pribadi-pribadi (caleg) keluar uang. Ini mengejar haknya. Saya sudah ketemu Sekjen, Wasekjen. Mereka meminta saya untuk tetep menunggu," kata Beathor. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya