Berita

Prakoso BS

Kementerian Koperasi Gelar Pelatihan Kewirausahaan Mantan Pengikut Ahmadiyah

SELASA, 01 OKTOBER 2013 | 21:48 WIB | LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK

Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) menggelar kewirausahaan kepada mantan pengikut Ahmadiah di lantai 4 Gedung Samudra Tasikmalaya, Selasa pagi (1/10).  

Hadir dalam acara itu, 350 perwakilan mantan anggota Ahmadiyah.

Kondisi objektif pengikut Ahmadiyah di Tasikmalaya adalah yang terbesar di Jawa Barat. Jumlah pengikut Ahamadiyah lebih 6000-an. Sementara yang menyatakan keluar dari Ahamadiyah dan kembali kepada ajaran Islam berjumlah sekitar 500-an.


Deputi SDM Kementerian Koperasi dan UKM Prakoso BS, dalam sambutannya menjelaskan kewirausahaan sudah menjadi urat nadi warga Tasikmalaya termasuk mantan pengikut Ahmadiyah.

Bagi Kementerian Koperasi, jelas Koko panggilan akrab Prakoso BS, wirausaha tidak membedakan-bedakan asal golongan keagamaan. Yang penting masyarakat punya keinginan untuk berusaha.
 
"Kultur di Tasikmalaya sangat mendukung masyarakatnya untuk berwirausaha. Semangat wirausaha harus tumbuh di semua lapisan masyarakat termasuk mantan pengikut  Ahmadiyah,” katanya.

Koko menyadari kesulitan mantan pengikut Ahmadiyah dalam bersosialiasi dan kembali normal seperti semula berinteraksi dengan masyarakat secara alamiah. Akan tetapi semua itu adalah tantangan yang harus di hadapi.

Pemerintah melalu Kementerian Koperasi dan UKM dalam hal ini Deputi Pengembangan SDM kata dia, siap memfasilitasi mantan pengikut Ahmadiyah untuk berwirausaha baik itu dari sisi permodalan, produksi dan pemasaran.

“Jangan khawatir pemerintah ada bersama anda, dan kami [Kemenkop dan UKM] siap mefasilitasi semua lapisan masyarakat yang ingin berwirausaha,” katanya.

Namun Koko juga menggarisbawahi, kewirausahaan akan tumbuh dan berhasil jika semua ikut bersinergi untuk memajukan wirausaha itu sendiri. “Terutama sekali adalah individunya sendiri,” katanya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Tasikmalaya Tantan Rostandi, menyatakan kegiatan kewirausahaan bagi mantan pengikut Ahmadiyah adalah bersejarah. Kata dia, kegiatan kewirausahaan ini, merupakan  awal untuk sebeuah perjalananan kedepan.

“Kegiatan ini bukan akhir, karena pemerintah akan terus menindaklanjutinya,” katanya.
Gelar kewiarausahaan ini, kata dia, mengarahkan menjadi wirausahawan yang tangguh dengan potensi yang bisa dikembangkan sedemikan rupa.

“Kalau soal kreativitas di Tasikmalaya ini banyak yang bisa dijadikan usaha,” katanya.
Kembali ke Deputi SDM, Koko ingin merubah mindset atau cara pikir selama ini, kalau wiarausaha hanya bisa tumbuh di kota.

“Dengan segudang potensi yang ada saya ingin merubah image. Berwirausaha mulai dari desa.”

Kata dia, dalam usaha harus disiplin dan kreatif.  Memisahkan modal dan pemasukan.

"Dan yang paling penting, berwirusaha itu, tangan  harus kotor atau kita harus turun sendiri," katanya.  [dzk]

 

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Moreno Soeprapto, Potret Etika Buruk Wakil Rakyat

Senin, 21 September 2026 | 06:25

Suara Rakyat Jangan Dimubazirkan

Senin, 21 September 2026 | 06:05

Ketika Pakar Saking Pintarnya Jadi “Goblok”

Senin, 21 September 2026 | 05:44

Masa Depan Pelabuhan Indonesia antara Peluang dan Tantangan

Senin, 21 September 2026 | 05:13

Serangan Babi Hutan Persoalan Serius bagi Petani

Senin, 21 September 2026 | 05:00

Merapi Empat Kali Luncurkan Lava Pijar dalam 6 Jam

Senin, 21 September 2026 | 04:39

Pramono Lagi Menempatkan Jakarta dalam Peta Persaingan Kota Global

Senin, 21 September 2026 | 04:23

Membaca Berhadiah Koin

Senin, 21 September 2026 | 04:02

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1448 H Jatuh 8 Februari 2027

Senin, 21 September 2026 | 03:06

Selengkapnya