Berita

skk migas/net

Di Tengah Kasus Suap, SKK Migas Harus Tetap Konsisten Jalankan Program TKDN

SELASA, 01 OKTOBER 2013 | 07:02 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Hingga saat ini, dukungan terhadap penggunaan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) dalam peralatan industri hulu minyak dan gas bumi belum maksimal. Padahal, program yang dicanangkan pada tahun 2010 ini bisa meningkatkan perekonomian dan bisa membuat Indonesia menjadi sebuah negara dengan daya saing yang sangat tinggi di mata dunia.

Menurut pakar Migas, Marwan Batubara, sepanjang bisa diproduksi di Indonesia seharusnya tidak ada alternatif lain kecuali menggunakan TKDN. "Saya kira TKDN ini bukan harus meningkat atau tidak, tapi lebih kepada keseriusan dari para pengusaha untuk terus mendorong TKDN ini. Jika kemudian ada yang masih menggunakan produk luar, sementara di dalam negeri ada, saya pikir harus diberi sanksi yang tegas," kata Marwan.
 
TKDN, lanjut Marwan, harus terlaksana sepanjang barangnya ada di dalam negeri dan pemerintah sendiri harus memberikan dukungan fasilitas supaya yang di dalam negeri ini mampu. "Jadi tidak juga berdiri sendiri. Dimana aturan yang dikeluarkan oleh SKK tapi Kementerian lain yang punya tanggungjawab untuk mengembangkan industri tidak melakukan apa-apa," ungkap Marwan saat dihubungi wartawan di Jakarta (Selasa, 1/10).
 

 
Marwan pun mendorong agar Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan dan Kementerian bersatu agar TKDN ini benar-benar terwujud. "Berkembangnya TKDN ini saya kira tergantung dari komitmen masing-masing lembaga. Pemerintah dalam hal ini SKK harus konsisten menjalankan program ini, meski saat ini tengah dilanda isu tidak sedap," ujarnya.
 
Selain itu, lanjutnya, pihak kontraktor juga perlu mendukung, dan tidak menjadikan kasus korupsi di SKK Migas sebagai alasan untuk tidak menggunakan TKDN.  Marwan pun mengajak kepada seluruh komponen bangsa untuk bersama-sama mengawal program TKDN ini agar bisa memajukan perekonomian Indonesia dan mengangkat harkat martabat bangsa di mata dunia.

"Yang paling penting pemerintah dan kita harapakan pengusaha-pengusaha aktif dengan bimbingan dari pemerintah dengan fasilitas yang diperlukan," demikian tutup Marwan.
 
Harapan TKDN dalam pengembangan SKK Migas terus di genjot, dan di tahun 2012, persentase TKDN peralatan di industi hulu migas mencapai 64 persen secara nasional. Sementara menjelang akhir 2013 ini, diharapkan persentase tersebut bisa meningkat, dengan melibatkan seluruh kompenen anak-anak bangsa. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya