Berita

dradjad h wibowo/net

Ini Lima Alasan PAN Mengapa Keterlibatan Lemsaneg dalam IT Pemilu Harus Dibatalkan

SENIN, 30 SEPTEMBER 2013 | 08:44 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Tugas pokok dan fungsi Lembaga Sandi Negara (Lemsaneg) adalah mengamankan informasi rahasia negara.  Namun demikian, Lemsaneg tidak bisa dilibatkan IT Pemilu. Sebab IT Pemilu harus independen dan terbuka supaya tidak ada kecurangan pemilu.

"Karena itu, pelibatan Lemsaneg itu sangat tidak tepat. Jika Lemsaneg masuk, peserta pemilu bisa meragukan independensi KPU, khususnya di bidang IT," kata Wakil Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Dradjad H Wibowo, kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 30/9).

Alasan kedua mengapa pelibatan Lemsaneg dalam IT KPU tidak tepat dan harus dibatalkan, lanjut Dradjad, adalah bila bercermin kepada negara-negara maju. Di negera-negara maju sekalipun, tidak pernah national security agency (NSA)-nya ikut campur dalam IT penyelenggala pemilu. Di Amerika Serikat juga misalnya, yang selama ini disebut kampiun Demokrasi, NSA hanya bertugas menjaga keamanan nasional, bukan mengurusi pemilu.


Sementara alasan ketiga, Dradjad pun kembali mengingatkan, Kepala Lemsaneg diangkat dan bertanggung jawab kepada Presiden, tanpa ada mekanisme persetujuan di DPR. Sementra Presiden SBY merupakan Ketum Partai Demokrat, partai yang juga menjadi peserta pemilu.

"Lalu bagaimana menjamin kenetralan Lemsaneg jika begini? TNI dan Polri berbeda, karena Panglima TNI dan Kapolri dimintakan persetujuan ke DPR. Jadi ada mekanisme untuk menjaga netralitas TNI dan Polri. Kita tdk mempunyai mekanisme untuk menjaga netralitas Lemsaneg dalam IT Pemilu," jelas Dradjad.

Alasan keempat, lanjut Dradjad, Kepala Lemsaneg saat ini adalah Djoko Setiadi, yang merupakan yunior dari Nachrowi Ramli. Nachrowi Ramli sendiri, yang menjabat Lemsaneg periode 2002-2008, kini menjadi Kaetua Partai Demokrat DKI Jakarta.

"Siapa yang menjamin tidak ada ewuh pakewuh terhada senior, apalagi Kepala Lemsaneg bertanggungjawab langsung kepada Presiden," ungkap Dradjad.

Sementara alasan kelima, Dradjad menegaskan bahwa IT merupakan jantung proses pemilu. Dalam pemilu yang lalu pun muncul kecurigaan yang luar biasa terhada IT KPU. Karena itu, pelibatan Lemsaneg akan memperbesar kecurigaan ini, dan tidak sehat bagi demokrasi Indonesia. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya