Berita

Politik

IMI: Imigran Gelap Lewat Laut Indonesia Masalah Serius

SABTU, 28 SEPTEMBER 2013 | 21:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Permasalahan imigran gelap sepertinya tidak akan pernah selesai. Ini menjadi serius, karena kenekatan dari para imigran melewati laut Indonesia. Padahal, tidak sedikit kapal yang ditumpangi tenggelam.

Indonesia Maritime Institute (IMI) melihat permasalahan ini perlu dicari jalan keluarnya. "Kembali kita mendengar ada kapal pengangkut imigran gelap tenggalam. Ini sungguh memprihatinkan," kata Direktur IMI, Y Paonganan kepada wartawan, Sabtu (28/9).

Seperti diberitakan, sebuah kapal yang mengangkut sekitar 80 imigran gelap tenggelam di perairan Cianjur, Jumat (27/9). "Informasi yang terakhir kami dapat ada 22 orang imigran gelap meninggal, 23 selamat dan sisanya hilang," kata Kepala Pos SAR Palabuhanratu Basarnas, Zaenal Arifin.


Peonganan melanjutkan, perlu penguatan patroli laut agar tidak seenaknya para imigran gelap ini keluar masuk Indonesia. "Indonesia memang negara laut, sehingga banyak jalan tikus yang mudah dilalui oleh para imigran gelap. Tentu perlu penguatan pengawasan laut," tegasnya.

Ongen biasa disapa mengatakan penanganan pelintas batas laut illegal ini perlu menjadi perhatian, bukan saja oleh Indonesia tapi negara-negara dalam kawasan ASEAN untuk menjadi salah satu agenda pembicaraan pada tingkat Internasional, sehingga ditemukan solusi bersama.

"Bagaimanapun, mereka juga manusia yang punya hak untuk hidup. Maka dari itu, negara asal serta negara tujuan para imigran ini perlu memberi perhatian yang serius," tegasnya.

Indonesia sebagai negara yang paling sering dilalui para imigran gelap ini bisa menjadi inisiator pembahasan masalah ini di forum Internasional. "Pembahasan tingkat internasional perlu dilakukan," tandasnya. [ian]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya