Berita

megawati/net

Megawati: Jangan Sedikit-sedikit Impor!

SABTU, 28 SEPTEMBER 2013 | 12:29 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sumber daya alam Indonesia sangat memadai. Termasuk sumber daya alam untuk memenuhi kebutuhan pangan. Karena itu, sudah seharusnya pemerintah memanfatkan sumber daya alam yang melimpah ini.

"Kita seharusnya mengembangkan dulu dari apa yang kita punya dulu. Itu sebagai skala prioritas. Jangan sedikit-sedikir impor," kata Megawati Soekarnoputi dalam acara gerakan menanam kedelai di Bantul Yogyakarta (Sabtu, 28/9).

Dalam kesempatan ini, yang juga dihadiri para ahli, Megawati memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pengembangan teknologi pertanian untuk petani.


Ahli pengembangan kedelai dari IPB yang sangat terkenal dengan pengembangan kedelai di lahan pasang surut, Munif Gulamahdi, yang hadir dalam acara ini pun berharap agar para kepala daerah dari PDI Perjuangan dapat memelopori pengembangan sektor pertanian yang benar-benar berpihak pada petani dan didukung para ahli pertanian dari dalam negeri.

"Kemampuan para ahli dalam negeri tidak kalah dengan ahli-ahli luar negeri," kata Munif, yang juga datang bersama dengan ekonom yang memberi perhatian begitu besar ke ekonomi kerakyatan, Imam Sugema, dan tokoh yang sangat memahami mekanisme pembiayaan resi gudang dan pasar lelang agroindustri, Surdiyanto.

Dalam kesempatan ini, Imam Sugema memberi kesaksian. Saat menjabat Presiden, Megawati menolak impor beras.

"Ibu Megawati memberikan perhatian yang begitu besar kepada pengembangan benih unggul dari para putra putri terbaik bangsa ini," kata Imam. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya