Berita

dk pbb/net

Dunia

KRISIS SURIAH

Draf Bikinan Rusia-AS Rampung, DK PBB Akan Voting

JUMAT, 27 SEPTEMBER 2013 | 15:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Draf resolusi mengenai Suriah, yang disusun oleh Rusia dan Amerika Serikat, telah disampaikan kepada Dewan Keamanan PBB. Resolusi berisi saran agar PBB tidak menggunakan aksi militer langsung dalam menghadapi masalah Suriah, atau tidak mengacu Bab 7 Piagam PBB yang mengizinkan penggunaan senjata.

Demikian disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Lavrov, seperti dilansir Russia Today. Menurut utusan Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, Dewan Keamanan PBB telah memulai konsultasi mengenai draft tersebut dan terbuka kemungkinan bahwa akan ada pemungutan suara terkait resolusi tersebut pada Jumat malam nanti (27/9) waktu setempat, segera setelah Organisasi untuk Pelarangan Senjata Kimia (Organization for the Prohibition of Chemical Weapons/OPCW) membuat keputusannya sendiri mengenai draf tersebut.

Karena itu, Menlu Lavrov akan memperpanjang kunjungannya ke New York untuk mengambil bagian pada pemungutan suara tersebut. Ia akan memastikan bahwa rekan-rekannya dalam anggota Dewan Keamanan untuk mempertimbangkan hal yang sama.


Draf resolusi yang diajukan tersebut didasarkan pada kerangka pertemuan Jenewa yang dilakukan Menlu AS dan Menlu Rusia beberapa waktu lalu. Draf resolusi menekankan kebutuhan untuk mengandalkan profesionalisme para ahli OPCW dan meminta Sekretaris Jenderal PBB untuk membantu para ahli dalam pelaksanaan kesepakatan yang dicapai.

Draf resolusi dilatarbelakangi oleh kesepakatan yang dicapai di Jenewa mengenai komitmen Suriah untuk menempatkan cadangan senjata kimia di bawah pengawasan internasional. Jika ada pelanggaran oleh pihak manapun, maka Dewan Keamanan akan bersidang lagi dan siap untuk mengambil langkah-langkah penegakan sejalan dengan Bab 7 yakni penggunaan kekuatan militer. [ald]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya