Berita

jumhur hidayat/net

TKI Tak Berdokumen Rawan Jadi Obyek Perdagangan Manusia

KAMIS, 26 SEPTEMBER 2013 | 08:05 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sebelum menerima keluhan warga Flores Timur, BNP2TKI sudah merencanakan untuk membuka dua kantor Pos Pelayanan Penempatan dan Perlindungan TKI (P4TKI) di NTT, yakni di Larantuka Kabupaten Flores Timur dan di Labuanbajo Kabupaten Manggarai Barat. Kedua kantor P4TKI di Larantuka dan Labuanbajo itu akan dibuka pada tahun 2014 mendatang.

"Dua pos pelayanan ini diharapkan akan mendekatkan, memudahkan, dan menyamankan pelayanan masyarakat calon TKI, dan diharapkan masyarakat sudah bisa mengurus dokumen ketenagakerjaan secara resmi. Jangan ada lagi TKI tak berdokumen resmi yang nekad berangkat bekerja di luar negeri," kata kata Kepala BNP2TKI Moh Jumhur Hidayat, saat berdialog dengan warga Flores Timur di Kantor Kecamatan Solor Timur, Rabu kemarin (25/9).

Jumhur menjelaskan, kunjungan kerjanya ke NTT kali ini dalam rangka memastikan mengenai rencana akan dibukanya dua kantor P4TKI tersebut. Sebelumnya juga, BNP2TKI bersama TIFA Foundation dan USAID melakukan investigasi langsung ke beberapa daerah kantong-kantong TKI di NTT khususnya yang diduga menjadi kantong TKI non-prosedural. Kabupaten Flores Timur termasuk salah satu daerah yang diduga banyak TKI non-prosedural yang berangkat bekerja di Malaysia.


Jumhur menambahkan, keberangkatan TKI tak berdokumen resmi yang bekerja ke luar negeri memang menyengsarakan TKI bersangkutan. Pemerintah pun, juga kesulitan untuk memberikan bantuan pada TKI tak berdokumen resmi manakala menemukan masalah kerja.

"Yang lebih memprihatinkan lagi, keberadaan TKI tak berdokumen resmi yang bekerja di luar negeri rawan dijadikan obyek eksploitasi perdagangan manusia. Tindak perdagangan manusia itu termasuk dalam kategori kejahatan kelas dunia setingkat dengan tindak kejahatan teroris dan sindikat narkoba," demikian Jumhur. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya