Berita

muhaimin iskandar/net

Tak Heran Bila Korban Perbudakan Kecewa dengan Muhaimin Iskandar

RABU, 25 SEPTEMBER 2013 | 08:00 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Semakin hari semakin terbukti, pemerintah sama sekali tidak mempunyai inisiatif untuk memperbaiki diri dalam menyelesaikan masalah ketenagakerjaan.

Demikian disampaikan anggota Komisi IX dari Fraksi Golkar, Poempida Hidayatulloh. Pernyataan Poempida ini terkait dengan aksi belasan orang yang pernah menjadi korban kekerasan di pabrik kuali Tangerang, yang menagih janji Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans) Muhaimin Iskandar untuk membantu menyelesaikan persoalan yang menimpanya. Mereka aksi, sebab sudah hampir empat bulan, sejak kasus penyekapan ini terungkap, proses hukum kasus itu belum juga digelar.

"Jika sampai para korban perbudakaan pabrik Kuali tangerang merasa kecewa dengan kinerja Menakertrans, saya juga tidak heran," kata Poempida kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Rabu, 25/9).


Poempida mencatat, anggaran pengawasan untuk persoalan ketenagakerjaan memang tidak menjadi prioritas dari Kemnakertrans. Padahal pengawasan ini penting melindungi hak-hak para pekerja, juga masalah status hukumnya. Pengawasan pun harus menjangkau sampai tingkat proses hukumnya agar terjadi kepastian hukum dan memberikan efek jera bagi mereka yang melanggarnya.

"Banyak sekali kasus-kasus ketenagaankerjaan mandeg karena tidak proaktifnya Kemnakertrans dalam menindaklanjuti dan mengawal proses hukum yang berjalan," demikian Poempida. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya