Berita

ilustrasi/net

Bisa Vonis TVRI Bersalah, AJI Jakarta Juga Tantang KPI Benahi Iklan Kampanye di Televisi Swasta

SELASA, 24 SEPTEMBER 2013 | 07:40 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Jakarta mengapresiasi sikap Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat yang telah memutuskan bahwa TVRI melanggar UU No. 32/ 2002 tentang Penyiaran. Hal ini terkait dengan siaran tunda Konvensi Partai Demokrat.

"Namun, ketegasan  KPI Pusat tidak boleh berhenti sampai disitu. KPI Pusat perlu  membenahi tayangan iklan kampanye di lembaga penyiaran swasta milik  yang dimiliki oleh ketua umum atau pimpinan partai politik," kata ketua AJI Jakarta, Umar Idris, dalam keterangan beberapa saat lalu (Selasa, 24/9).

Tak hanya itu, lanjut Umar, iklan dengan pesan politik yang kuat juga muncul mengatasnamakan  pimpinan organisasi masyarakat (Ormas) yang juga menjadi pasangan  kandidat presiden dari sebuah partai kontestan pemilu.


"KPI Pusat harus menegakkan peraturan seputar tayangan iklan kampanye partai politik maupun kandidat presiden di stasiun televisi," tegasnya.

Berdasarkan Peraturan KPU No. 1/2013, jelasnya, stasiun televisi harus  memberikan kesempatan yang setara kepada partai politik maupun  kandidat presiden lainnya. Secara teknis, peraturan KPU juga  membatasi maksimum pemasangan iklan kampanye Pemilu di  televisi untuk setiap Peserta Pemilu secara kumulatif sebanyak 10 spot berdurasi paling lama 30 detik untuk  setiap stasiun televisi setiap hari selama masa kampanye. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya