Berita

wiranto/net

Wiranto dan Fidel Ramos Saling Curhat soal Politik Uang

SELASA, 24 SEPTEMBER 2013 | 06:36 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Demokrasi bisa berubah menjadi malapetaka bilamana ekonomi nasional belum memasuki zona aman, minimal 6.600 dolar AS income perkapita. Demokrasi pun terancam dengan kecenderungan politik uang, yang kini sudah menjadi realitas yang sulit diatasi.

"Akibat akibat lebih jauh dari politik uang adalah terjadinya degradasi kompetensi pemimpin nasional dan lokal yang tidak dapat dihindari," kata Ketua Umum Hanura, Wiranto, saat berdialog dengan mantan Presiden Filipina Fidel Ramos di sela-sela pertemuan para mantan petingi militer ASEAN yang diprakarsai oleh Lieutenant-General (ret) Winston Choo, di Singapura.

Pertemuan dua mantan jenderal ini, sebagaimana dalam keterangan tertulis kepada redaksi beberapa saat lalu (Selasa, 24/9), membahas soal perkembangan demokrasi kedua negara. Dalam pertemuan yang digelar pada Minggu lalu itu (22/9), Ramos mengakui banyak kesamaan antara Indonesia dan Filipina.


Di antara kesamaan Indonesia dan Filipina itu, lanjut Ramos, sistem kaderisasi pimpinan nasional yang masih diwarnai kondisi politik yang tidak sehat, antara lain sistem dinasti dan politik uang. Dan Ramos mengakui bahwa praktik tidak sehat itu masih berkembang di negaranya.

"Ironisnya, untuk mengeliminasi praktik tersebut sangatlah tidak mudah," demikian Ramos. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya