Berita

foto: net

Politik

Profesor Chris Kinsville-Heyne: Pemimpin Harus Terbiasa Bertindak Cepat

SENIN, 23 SEPTEMBER 2013 | 14:30 WIB | LAPORAN: MUHAMMAD Q RUSYDAN

Kemampuan memimpin dalam keadaan sulit adalah aspek yang sangat penting untuk dimiliki, baik dalam memimpin sebuah perusahaan hingga memimpin negara.

Hal itu dijelaskan pakar bidang manajemen kepemimpinan, Profesor Chris Kinsville-Heyne, dalam acara seminar internasional dengan tema "Analysis Corporate, Political Leadership in Crisis" yang diadakan di Univesitas Katholik Atma Jaya, Jakarta, Senin (23/09).

Menurutnya, pemimpin harus bisa menangani dan mengetahui mulai dari hal terkecil seperti komunikasi massa, berbicara di depan media massa hingga belajar dari situasi krisis yang dihadapi.


"Evaluasi dan coba tarik kesimpulan. Ubahlah pengalaman (dari krisis) itu menjadi rencana baru, media latihan dan lain-lain" jelas Chris.

Dalam seminar hasil kerjasama Program Studi Ilmu Administrasi Bisnis Unika Atma Jaya dengan Hult International Business School itu, profesor menambahkan, seorang pemimpin harus biasa bertindak cepat dalam mengambil keputusan.

"Kembangkanlah kemampuan dari berpikir lambat menjadi bertindak cepat dan tahu masalah mana yang menjadi prioritas untuk diselesaikan" ujarnya. [ald]

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya