Berita

gita wirjawan/net

Gita Wirjawan Minum Obat Instan Pendongkrak Popularitas

SENIN, 23 SEPTEMBER 2013 | 12:03 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bila ada hal yang mencolok jelang pemilu saat ini, maka itu adalah iklan Gita Wirjawan. Iklan Gita, yang merupakan peserta Konvensi Demokrat, tersebar di baliho, poster, media massa nasional bahkan hingga pembungkus sarung jok kursi penumpang kereta api.

Pengajar komunikasi politik di Program Sarjana dan Pascasarjana Universitas Indonesia (UI), Ari Junaedi, menilai dari pola pemasangan berbagai iklan beberapa kandidat capres Partai Demokrat, hanya Gita Wirjawan yang terlihat massif dan super lebay. Dan hampir semua iklan Gita dikemas dengan posisinya sebagai Menteri Perdagangan sehingga jika masyarakat cerdas akan mengkritisinya sebagai upaya pendomplengan jabatan dengan kepentingan pribadi.

"Apakah bisa dijamin dana yang digunakan Gita murni dari Anggaran Kementrian perdagangan ataukah dari pihak ketiga? Oleh karena itu, ada benarnya juga banyak kalangan berharap Gita lebih baik konsentrasi ke bidang tugasnya seperti mengatasi tata niaga kedelai ketimbang sibuk berkampanye ke sana kemari. Harga tempe dan tahu masih amburadul tetapi kok tega-teganya menterinya mengklaim dirinya sukses," kata Ari kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Senin, 23/9).


Menurut pengajar Program Pascasarjana di Universitas Diponegoro Semarang, Universitas Dr Soetomo Surabaya serta Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta ini, ada kesalahan mendasar yang dilakukan para tim sukses kandidat capres Konvensi Demokrat, terlebih Gita Wirjawan. Yakni mengekspos habis-habisan sang calon melalui iklan tapi melupakan kampanye yang paling substansial, yakni unjuk kerja.

"Kalau para calon berhasil dalam bidang tugasnya masing-masing saya yakin masyarakat akan memberikan apresiasi yang positif. Sebaliknya, iklan hanyalah obat instan pendongkrak popularitas sang calon tapi hanya berlangsung sesaat," tandas Ari Junaedi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya