Berita

Ada Aroma Busuk di Balik Pertemuan SBY dan Presiden Inpex

SENIN, 23 SEPTEMBER 2013 | 09:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Ada aroma busuk di balik pertemuan Presiden SBY dengan Presiden dan Chief Executive Officer Inpex Corporation Toshiaki Kitamura di Istana Negara pada Rabu lalu (18/9).

Pasalnya, kata Peneliti Indonesia Economic Development Studies (IEDS), Musyafaur Rahman, dalam pertemuan tersebut Inpex menyinggung permintaan perpanjangan konsesi Blok Masela di Maluku hingga 2048. Padahal kontrak Inpex di Masela sendiri baru akan berakhir pada 2028. Inpex berkeras bahwa alasan mengajukan perpanjangan kontrak jauh-jauh hari adalah karena khawatir investasi yang mereka kucurkan tidak akan kembali dalam kurun waktu 10 tahun sejak produksi hingga akhir kontrak di 2028.

"Pertanyaannya apakah aturan di negeri ini memungkinkan perpanjangan kontrak bahkan sebelum produksi dimulai? dan kedua seberapa urgens perpanjangan kontrak itu harus diputuskan sehingga memaksa Presdir Inpex turun meminta keputusan kepada Presiden SBY mengingat Pemilu 2014 sudah di depan mata?" kata Musyafaur Rahman beberapa saat lalu (Senin, 23/9).


Sesuai Pasal 28 ayat 5 PP No 35/2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Musyafaur mengingatkan, perpanjangan kontrak hanya boleh diajukan paling cepat 10 tahun. Sementara, kontrak kerja sama Blok Masela antara pemerintah dan Inpex yang ditandatangani 1998, baru berakhir 2028 atau masih 15 tahun lagi. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya