Berita

presiden sby/net

SBY Harus Minta UNHCR dan IOM Hentikan Screening terhadap Pencari Suaka

SENIN, 23 SEPTEMBER 2013 | 08:54 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pemerintahan SBY perlu mewacanakan agar memfasilitasi para pencari suaka dari negara lain untuk sampai ke Australia secara aman dan selamat.

Demikian saran Gurubesar hukum internasional Universitas Indonesia (UI), Hikmahanto Juwana. Dalam mewacanakan kebijakan ini, Hikmahanto, pemerintah perlu untuk meminta United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) dan International Organization for Migration (IOM) segera menghentikan kegiatannya dalam melakukan screening terhadap pencari suaka dan pengungsi di Indonesia.

"Keberadaan UNHCR dan IOM di Indonesia telah menjadi tujuan bagi pencari suaka dan pengungsi untuk datang ke Indonesia," kata Hikmahanto Juwana, beberapa saat lalu (Senin, 23/9).


Selama ini, ungkap Hikmahanto, keberadaan pencari suaka dan pengungsi dari negara lain telah menjadi beban berat bagi Indonesia dan pemerintahan SBY. Padahal mereka berkeinginan untuk ke Australia dan menetap. Sementara penahanan yang selama ini dilakukan oleh pemerintah Indonesia di rumah detensi imigrasi juga merupakan pelanggaran HAM pencari suaka dan pengungsi karena mereka tidak melanggar hukum keimigrasian Indonesia.

Selain itu, lanjutnya, pemerintah telah juga terbebani karena sebagain pencari suaka dan pengungsi menghendaki perlakuan istimewa, sesuatu yang pemerintah tidak bisa lakukan terhadap warga miskin Indonesia. Belum lagi keberadaan mereka yang berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun akan menjadi kritik dunia internasional terhadap Indonesia yang tidak memperhatikan hak pencari suaka dan pengungsi untuk pergi ke Australia. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya