Berita

presiden sby/net

Peringatan Hari Tani Nasional Tahun Ini Digelar dengan Menggugat SBY dan DPR

SENIN, 23 SEPTEMBER 2013 | 06:23 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Menyusul pengesahan UU No. 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-pokok Agraria (UUPA), Presiden Soekarno, melalui Keppres, menetapkan setiap tanggal 24 September sebagai Hari Tani Nasional.

UUPA 1960 sendiri dibuat sebagai hukum agraria nasional untuk mengganti hukum agraria kolonial. Dan melalui landreform, diharapkan sistem agraria yang kolonial dan feodal akan diganti sistem agraria yang nasionalis, demokratis, populis dan berkeadilan sosial.

"Namun (sayang, saat ini) negara tidak mengadakan peringatan resmi (Hari Tani Nasional)," kata Ketua Indonesian Human Rights  Committee for Social Justice (IHCS), Gunawan, beberapa saat lalu (Senin, 23/9), sambil mengatakan bahwa tahun ini, Hari Tani Nasional diwarnai dengan Sensus Pertanian 2013 yang menyebutkan hilangnya lima juta rumah tangga petani, bertambahnya petani gurem, sementara perusahaan pertanian justru meningkat 1.475.


Hal ini, lanjutnya, tentu saja harus menjadi gugatan bagi Presiden SBY yang sejak 2004 menjanjikan reforma agraria melalui redistribusi tanah bagi petani. Juga harus menjadi gugatan bagi BPN dan Kementerian Kehutanan yang tidak berhasil menyediakan obyek tanah yang bisa diredistribusikan dan menyelesaikan konflik pertanahan di wilayah perkebunan dan kehutanan. Serta gugatan kepada  DPR dalam menjalankan fungsi pengawasan terhadap pemerintah dan fungsi legislatif untuk melahirkan undang-undang pelaksana reforma agraria.

"Peringatan Hari Tani Nasional tahun ini, tidak hanya dilakukan dengan aksi massa petani di daerah-daerah dan di Jakarta, tetapi juga akan dilakukan dengan aksi hukum berupa gugatan perbuatan melawan hukum yang dilakukan penguasa karena tidak menjalankan kewajiban menjalankan reforma agraria yang merupakan mandat konstitusional, mandat hukum, dan mandat HAM negara," demikian Gunawan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya