Berita

SBY/net

Politik

PDIP: Ketidakberesan DPT Cerminan Kegagalan 9 Tahun SBY

MINGGU, 22 SEPTEMBER 2013 | 14:22 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Daftar Pemilihan Tetap (DPT) adalah cerminan suara potensial rakyat dalam pemilu. Sehingga kalau terjadi ketidak cocokan antara DPT dengan Data Kependudukan, pasti ada sesuatu yang tidak beres.

"Ini jelas mengindikasikan adanya pelanggaran sistematis di Birokrasi kependudukan Kemendagri," ujar Ketua DPP PDI Perjuangan,  Andreas Hugo Pareira dalam rilisnya, Minggu (22/9).

Jelas dia, kalau sabanyak 65 juta kesalahan atau ketidakcockan DPT, hal ini sama saja dengan memberikan peluang pada Parpol yang sedang berkolaborasi dengan pihak Kemendagri untuk menang pada Pemilu tanpa kerja keras.


"Pengalaman Pemilu 2009 dengan DPT yang amburadul akan terulang lagi. Suara rakyat dimanipulasi, demokrasi tercederai," ungkap Andreas.

Untuk itu kata dia, PDIP mendukung sepenuhnya KPU untuk membersihkan data-data yang kotor. Kemudian Komisi II DPR perlu memanggil Kemdagri dan KPU untuk menjelaskan ketidaksinkronan DPT dan Data kependudukan Kemendagri tersebut.

"Usut tuntas ketidakberesan dan tuntut ke pengadilan apabila ada indikasi manipulasi DPT yang sistematis," terangnya.

Andreas juga mengatakan, ketidakberesan DPT mencerminkan kegagalan 9 tahu pemerntahan SBY dalam membenahi data kependudukan.

"Lebih baik Pemilu ditunda dan SBY mengundurkan diri apabila DPT ini tidak bisa diperbaiki, karena ini jelas-jelas tindakan kriminal Pemilu, mengorupsi suara rakyat dan merusak demokrasi yang sudah susah payah dibangun di negeri ini," tandasnya. [rus]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Istri Wali Kota Madiun Dicecar KPK soal Dugaan Aset Hasil Korupsi

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:22

Giant Sea Wall Pantura Dirancang Lindungi Jutaan Warga dan Jadi Mesin Ekonomi Baru

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:17

Pengamat: Pencoretan Saham Unggulan RI dari MSCI Jadi Tekanan Psikologis Pasar

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:14

Harga Minyak Dunia Terus Merangkak Naik

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:05

Dana PIP 2026 Belum Cair? Begini Cara Mudah Cek Status Pakai NIK dan NISN

Rabu, 13 Mei 2026 | 10:04

IHSG Ambles 1,59 Persen, Asing Catat Net Sell Rp49,28 Triliun Usai Pengumuman MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:47

Komisi VIII DPR: Predator Seksual di Ponpes Pati harus Dihukum Seberat-beratnya!

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:43

Singapura Ingin Hidupkan Sijori Lagi Bersama RI dan Malaysia

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:35

Anak Buah Zulhas Dicecar KPK soal Pengaturan Proyek dan Fee Bupati Rejang Lebong

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:33

MUI GPT Bisa Jadi Terobosan Pelayanan Umat Berbasis AI

Rabu, 13 Mei 2026 | 09:32

Selengkapnya