Berita

foto: net

Dunia

Suku Tamil di Sri Lanka Utara Gelar Pemilihan Dewan Semi Otonom

SABTU, 21 SEPTEMBER 2013 | 10:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Minoritas Tamil di Sri Lanka mendatangi tempat pemungutan suara pada hari ini (Sabtu, 21/9) untuk melakukan pemilihan Dewan Semi-Otonom yang baru pertama dilakukan di wilayah Sri Lanka Utara.

Pemungutan suara tersebut nantinya dapat memberikan otonomi wilayah untuk membangun aturan regionalnya sendiri. Namun, di sisi lain juga tidak menutup kemungkinan menimbulkan permusuhan lama antara pemerintah dengan warga minoritas Tamil tersebut.

Konflik antara pemerintah dengan suku Tamil muncul sejak adanya gerakan separatisme Macan Tamil yang menentang pemerintahan. Perang sejak tahun 1983 dan baru berakhir pada tahun 2009 dengan kekalahan Macan Tamil.


"Mari kita memiliki hak untuk menjaga diri kita sendiri," kata mantan Hakim Agung dan Kepala Aliansi Nasional Tamil, CV Wigneswaran, seperti dikutip dari Aljazeera, Sabtu (21/9).

Pemilihan tersebut didukung oleh Dewan HAM PBB sebagai langkah menuju rekonsiliasi etnis di Sri Lanka setelah hampir empat dekade pertempuran yang menewaskan sampai 100.000 orang.

Sementara itu, Presiden Sri Lanka, Mahinda Rajapakse, pekan lalu menuduh Aliansi Nasional Tamil (Tamil National Alliance/TNA), sebuah koalisi beberapa kelompok Tamil termasuk mantan militan, sebagai kelompok yang menyesatkan karena telah membuka peluang besar untuk memisahkan diri dan membentuk negara sendiri melalui pemilihan Dewan Semi-Otonom.

"TNA menyesatkan rakyat dengan menjanjikan pemerintahan sendiri dan kemerdekaan, " katanya.

Menanggapi pernyataan tersebut, Wigneswaran mengatakan bahwa Rajapakse tengah berupaya mempertahankan Tamil di bawah pengawasan militernya.

"Ini merupakan tentara pendudukan. Mereka berada di sini untuk tujuan politik dan bukan untuk alasan keamanan," katanya, kemarin.

Sekitar 906 kandidat bertarung untuk memperebutkan 36 kursi di Dewan tersebut. [ald]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya