Berita

ilustrasi/net

Para Diplomat Marah atas Tindakan Isarel yang Membongkar Pemukiman Warga Palestina

SABTU, 21 SEPTEMBER 2013 | 10:25 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

. Para diplomat dari sejumlah negara-negara Eropa dan PBB marah atas tindakan tentara Israel yang membongkar pemukiman warga Palestina di wilayah Tepi Barat. Bahkan tentara Israel itu juga mencegah pemberian bantuan bagi para koban.

Pemukiman yang terletak di desa Bedouins, Khirbet al-Makhul dibongkar setelah Pengadilan Tinggi Israel memutuskan bahwa rumah-rumah tersebut dibangun tanpa izin.

"Kami telah berulang kali menyampaikan keprihatinan kami kepada pemerintah Israel mengenai penghancuran pemukiman tersebut. Ni menyebabkan penderitaan bagi korban, dan mengganggu proses perdamaian karena bertentangan dengan hukum kemanusiaan internasional," kata jurubicara Konsulat Jenderal Inggris di Yerusalem sebagaimana dilansir Reuters (Sabtu, 21/9).


Sementara seorang diplomat Perancis, Marion Fesneau, mengungkapkan bahwa saat ia membawa bantuan bagi para korban, tentara Israel memaksanya turun dari dalam kendaraannya.

"Mereka menyeret saya keluar dari truk dan memaksa saya turun tanpa memperhatikan kekebalan diplomatik saya. Apa hukum internasional masih berlaku di sini?" sindir Fesneau. [ysa]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Menteri P2MI Didesak Terbitkan Aturan Transisi SIUKAK-SIP3MI

Selasa, 29 September 2026 | 03:59

Ombudsman Diminta Tindaklanjuti Secara Terbuka Temuan di Lapas Cibinong

Selasa, 29 September 2026 | 03:43

KPK Diminta Periksa Petinggi Summarecon Terkait Aliran Uang ke Pejabat

Selasa, 29 September 2026 | 03:23

28.620 Manajer KDKMP Terima SK, Penempatan Diserahkan ke Agrinas

Selasa, 29 September 2026 | 02:55

Dunia Butuh Penguatan Multilateralisme di Tengah Geopolitik yang Tak Pasti

Selasa, 29 September 2026 | 02:25

PHE Ajak Mahasiswa Kenali Industri Hulu Migas Lewat Upstream Youth Champs 2026

Selasa, 29 September 2026 | 01:56

Polisi Pastikan Bupati Gowa Sitti Husniah Dicekal ke Luar Negeri

Selasa, 29 September 2026 | 01:26

Menhan Sjafrie Serahkan 12 Ranpur Amfibi AAV M-35 Buatan AS ke Marinir

Selasa, 29 September 2026 | 00:47

BEI Buka Short Selling Mulai 1 Oktober, Begini Cara Kerja dan Risikonya

Selasa, 29 September 2026 | 00:20

KPK Diminta Tidak Tebang Pilih Usut Kasus Korupsi Kementerian ATR/BPN

Senin, 28 September 2026 | 23:48

Selengkapnya