lalu mara/net
lalu mara/net
Ada banyak faktor yang membuat minat perempuan Sasaq untuk bertenun menjadi kurang. Di antaranya adalah soal penghasilan. Penghasilan dari bertenun kalah besar bila dibandingkan dengan menjadi tenaga kerja wanita (TKW) di luar negeri. Faktor lainnya adalah pemasaran. Semakin hari, tenun Sasaq pun semakin kurang populer, bahkan di kalangan orang Sasaq sendiri. Tentu saja, popularitas tenun Sasaq pun akhirnya ditelan zaman.
"Pemerintah daerah harus turun tangan agar tenun Sasaq tidak jadi kenangan, alias punah ditelan zaman. Selain itu, kita sebagai orang Sasaq harus membantu dengan membeli tenun hasil sesekan tersebut. Kalau bukan orang Sasaq, siapa lagi yang akan melestarikan dan membeli tenun Sasaq. Cintailah produk negeri sendiri," kata tokoh nasional yang sering memperjuangkan aspirasi warga NTB, Lalu Mara Satria Wangsa, beberapa saat lalu (Jumat, 20/9).
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47
UPDATE
Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11
Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02