Berita

hassan rouhani/net

Dunia

Rouhani Kembali Tegaskan Iran Tidak Akan Membuat Senjata Nuklir

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2013 | 15:26 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Iran, Hassan Rouhani, berharap akan ada terobosan diplomatik atas program senjata nuklir Teheran. Ia juga menegaskan lagi kepada Amerika Serikat dan dunia Barat bahwa negaranya tidak akan mengembangkan senjata pemusnah massal.

Rouhani mengatakannya sebelum berkunjung ke markas PBB di New York, Amerika Serikat, dikutip dari The Guardian. Rouhani juga menekankan bahwa pemerintahannya memiliki kekuatan dan otoritas penuh atas program nuklir dalam negeri. Namun, ia memastikan bahwa Iran tidak akan membuat senjata nuklir dan tidak akan memicu timbulnya konflik regional.

"Kami tidak akan pernah membuat senjata pemusnah massal, termasuk senjata nuklir," tegas Rouhani, pada Rabu malam (18/9) dalam wawancara pertamanya dengan wartawan Barat sejak menduduki kursi nomor satu di Iran.


Lebih lanjut ia menegaskan bahwa penggunaan senjata nuklir Iran hanya ditujukan untuk teknologi damai.

"Kami tidak pernah berupaya membuat bom nuklir. Kami hanya mencari teknologi nuklir damai," lanjutnya.

Meski Iran telah lama bersikeras menyatakan bahwa negaranya memiliki tujuan damai dalam program nuklirnya, namun terobosan Rouhani dengan tampil di publik Amerika Serikat tersebut diharapkan dapat membentuk perbaikan hubungan dengan Amerika Serikat, terutama di seputar isu nuklir.

Presiden Obama dan Rouhani baru-baru ini diketahui saling berkirim surat setelah pemilihan umum Iran, dan keduanya kemungkinan akan bertemu di sela-sela sidang umum PBB pekan depan.

Rouhani juga muncul beberapa waktu lalu untuk memberikan komentarnya terkait kebijakan Obama terhadap Suriah. Ia mengatakan, solusi diplomatik tidak berarti menunjukkan kelemahan jika dibandingkan dengan opsi aksi militer.

"Kami mempertimbangkan kelemahan perang, dan setiap pemerintahan yang memutuskan untuk membentuk perdamaian maka kami hormati," kata pengganti Ahmadinejad tersebut.

Namun ia menolak memberikan komentar lebih jauh mengenai peran Iran terhadap masalah senjata nuklir Suriah yang baru-baru ini ditengahi oleh Rusia.

"Kami adalah salah satu negara di kawasan yang berusaha perdamaian dan stabilitas dan penghapusan senjata pemusnah massal," ungkapnya. [ald]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya