Berita

bashar al assad/net

Dunia

Assad Persilakan PBB Kembali ke Suriah untuk Pastikan Aktor Serangan Gas Sarin

KAMIS, 19 SEPTEMBER 2013 | 12:41 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Presiden Suriah, Bashar Al Assad, menegaskan dirinya akan menerima kembali investigator Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) untuk menindaklanjuti penggunaan persenjataan kimia di negaranya.

"Kami telah meminta mereka kembali ke Suriah untuk melanjutkan investigasi mereka," ujar Assad dalam sebuah wawancara yang disiarkan pada hari Rabu (18/9), dikutip dari CNN.

Assad menerangkan bahwa PBB belum selesai menginvestigasi serangan senjata kimia pada 21 Agustus di pinggiran Damaskus, Suriah. Meski PBB sudah memastikan ada serangan gas sarin, tetapi pelakunya belum terungkap.


Assad menambahkan, aktor sebenarnya yang berada di balik penyerangan senjata kimia adalah kelompok pemberontak yang ingin menghancurkan rezim Assad sekaligus memprovokasi serangan Barat ke pemerintahannya.

Lebih lanjut Assad menegaskan bahwa pemerintahannya menerima usulan Rusia untuk menerima pengawasan masyarakat internasional terhadap senjata kimia yang dimiliki. Tapi, hal itu tidak ada hubungannya dengan ancaman aksi militer oleh Amerika Serikat dan Perancis.

"Suriah tidak pernah mematuhi ancaman apapun. Kami benar-benar menanggapi inisiatif Rusia," katanya.

Sebelumnya, ketua tim peneliti PBB yang dipimpin oleh ahli dari Swedia, Ake Sellstrom, ditugaskan untuk melihat kemungkinan penggunaan senjata kimia di Suriah yang menewaskan lebih dari 1.000 rakyat jelata.

Meski hasil laporan PBB mengkonfirmasi adanya penggunaan senjata kimia di Suriah tapi masih belum bisa dipastikan apakah pemerintah Suriah yang bertanggung jawab atas serangan itu. Ake akan kembali mengunjungi Suriah untuk melakukan pemeriksaan lanjutan pada pekan depan.

Di samping itu,  Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Sergey Ryabkov, mengatakan bahwa Rusia memiliki bukti baru mengenai tragedi 21 Agustus itu. Oleh karenanya, Rusia menilai bahwa PBB harus melanjutkan pemeriksaannya di Suriah untuk mengetahui siapa sebenarnya yang telah menggunakan senjata kimia.

"Analisis ini tidak selesai, jadi intinya adalah bukan tentang menuduh pihak. Tapi intinya adalah bahwa mereka inspektur PBB harus kembali ke Suriah untuk menyelesaikan investigasi mereka." kata Ryabkov. [ald]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya