ilustrasi/net
ilustrasi/net
Demikian pandangan pakar hukum tatanegara, Yusril Ihza Mahendra. Yusril pun menilai pilpres yang diadakan setelah pemilu legislatif hanya akal-akalan parpol tertentu untuk membatasi capres, dan apalagi dengan ketentuan harus 20 persen kursi DPR. Padahal sudah terbukti, berapapun jumlah kursi DPR yang mencalonkan presiden tidak berkorelasi dengan kemenangan partai.
"Tahun 2004, capres-cawapres PDIP dan Golkar kalah dengan capres-cawapres Partai Demokrat dan Partai Bulan Bintang (PBB). Dalam Pilgub, Pilbub dan Pilwakot sama saja. Tidak ada korelasi jumlah anggota DPRD dengan menang kalahnya cagub, cabup dan cawalkot," kata Yusril, alam akun twitter-nya, @Yusrilihza_Mhd, beberapa saat lalu (Rabu, 18/9).
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47
UPDATE
Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11
Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02