Berita

helmy fauzi/net

Komisi I DPR Belum Terlalu Sreg dengan Beberapa Calon Dubes yang Kurang Berkualitas

SELASA, 17 SEPTEMBER 2013 | 13:32 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Beberapa calon duta besar, terutama dari non-karir serta berlatarnekalang polisi dan TNI, kurang memiliki rekam jejak yang baik dan juga kurang berkualitas. Di antara dua calon yang dinilai tidak cukup berkualitas itu adalah mantan Kabareskrim Ito Sumardi dan Jhony Lumintang.

"Terus terang saya belum melihat calon dari polisi dan tentara ini punya rekam jejak yang jelas terkait pengalaman dan pemahaman melakukan hubungan internasional," kata anggota Komisi I dari Fraksi PDI Perjuangan, Helmy Fauzi, di Jakarta (Selasa, 17/9).

Walau demikian, Helmy mengaku tak bisa menafikan bahwa kedua sosok itu adalah memang pejabat senior di jajarannnya masing-masing. Karena itu, ia berharap keduanya bisa mengemban amanah sebagai dubes.


Terkait dengan track record ini, Helmy mengaku siap menerima masukan dari masyarakat. Sebagai contoh, Ito sempat disebut-sebut di media massa terkait dengan kasus Mafia Pajak Gayus Tambunan, walau belum terbukti secara hukum kebenarannya. "Justru itulah pentingnya masukan dari masyarakat. Masih ada waktu untuk masukan itu dan kami siap menerimanya," tandasnya.

Saat menjabat Kabareskrim, Ito Sumardi pernah disebut-sebut dalam kasus dana mafia pajak Gayus Tambunan. Selain itu, Ito juga menjadi elit di Bareskrim Mabes Polri saat anggota DPR dari PKS Muhammad Misbakhun dikriminalisasi soal penggelapan L/C Bank Century. Belakangan, Misbakhun dinyatakan tak bersalah oleh Mahkamah Agung. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya