Berita

misbakhun/net

Misbakhun: Bongkar Pelaku Bisnis di Sumber Air Umbalan!

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2013 | 13:56 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Bupati Pasuruan, Irsyad Yusuf, dinilai benar-benar gegabah dan tidak hati-hati dalam mengambil tindakan di sektor publik.

Bagaiman tidak, ia menandatangani Mou pemanfataan sumber air umbalan tanpa terlebih dahulu menunggu Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal). Dipastikan, kebijakan Irsyad itu akan mengganggu keseimbangan ekologi alam daerah Umbulan, Kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan.

"Sumber air alam di Umbulan, kecamatan Winongan, Kabupaten Pasuruan saat ini menurut data yang saya dapatkan, debitnya sudah mulai menurun tidak seperti 20 tahu lalu," kata fungsionaris DPP Partai Golkar, Muhammad Misbakhun, dalam keterangan beberapa saat lalu (Minggu, 15/9).


Misbakhun, yang merupakan caleg DPR dari dapil Pasuruan dan Probolinggo, mengingatkan bahwa eksplotaisi untuk kepentingan bisnis tanpa memperhatikan aspek Amdal akan merusak lingkungan alam sekitar Umbulan sebagai sentra pertanian dan perkebunan.

Apalagi Misbakhun sudah banyak menerima keluhan berupa kekhawatiran masyarakat daerah Umbulan, bahwa pemanfaatan sumber air tersebut berdampak besar pada masyarakat karena debit air akan tersedot. Sehingga sumur rakyat dan air untuk pertanian dan perkebunan akan berkurang banyak, sementara program reboisasi dan penataan hutan di sekitar daerah Sumber air Umbulan belum jelas.

Misabakhun juga mendesak agar pelaku bisnis yang memanfaatkan sumber air tersebut dibuka secara transparan, sehingga Bupati sampai berani menandatangani sebuah proyek besar tanpa menunggu proses Amdalnya selesai. Dan yang pasti, masyarakat dan pemerintah daerah Kabupaten Pasuruan harus mendapatkan manfaat apa dari proyek tersebut, baik  manfaat ekonomi, lingkungan dan sosialnya.

"Penjelasan yang sudah disampaikan oleh Bupati Pasuruan terkait permasalahn tersebut masih belum bisa menjelaskan inti persoalan yang sebenarnya dan terkesan masih ada yang ditutup-tutupi," tegas Misbakhun. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya