Berita

Dunia

KRISIS SURIAH

Strategi Obama Tampaknya Semakin Tak Jelas

MINGGU, 15 SEPTEMBER 2013 | 09:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Strategi pemerintahan Barack Hussein Obama terhadap krisis di Suriah semakin tidak jelas, terlebih setelah Rusia berhasil memaksa AS membicarakan rencana mengontrol senjata kimia Suriah di jenewa, Swiss.

Kepada masyarakat AS, Obama pernah mengatakan bahwa dirinya menjali kerjasama dengan sekutu AS untuk memberikan bantuan kemanusian kepada masyarakat Suriah yang menjadi korban. Juga untuk membantu kelompok oposisi moderat membentuk pemerintahan pasca Bashar Assad. Hanya dengan demikian krisis yang telah berjalan selama 2,5 tahun dan membunuh lebih dari 100 ribu orang serta membuat jutaan lainnya mengungsi ini dapat dihentikan.

Namun menurut jaringan berita Newsmax pernyataan dan strategi umum Obama itu sering kali tidak jelas dan bertolak belakang, terlebih ketika ia mengatakan mempersiapkan serangan terbatas ke Damaskus untuk memaksa Assad.


Pernyataan terakhir yang disampaikan Barack Obama menyusul kesepakatan Jenewa juga tak kalah membingungkan. Di satu sisi ia menyambut baik kesepakatan dengan Rusia untuk memberikan kesempatan kepada Suriah menyerahkan daftar senjata kimia mereka dalam satu minggu diikuti inspeksi tim internasional hingga November mendatang. Tetapi di sisi lain, ia menyiapkan gertakan khas kaum konservatif, bahwa Amerika Serikat akan menyiapkan serangan bila diplmasi gagal.

Banyak kalangan pengamat internasional yang merasa Obama terlalu bersemangat memindahkan konflik di dalam negeri terkait program Obamacare. Obama belakangan ini juga dinilai memiliki semangat yang sama dengan George Bush ketika ingin menyerang Baghdad di tahun 2003.

Obama sedang berusaha me-recovery perspesi negatif publik internasional atas kebijakan umum AS dalam krisis Suriah. Kampanye Obama di forum G-20 yang tak membuahkan hasil adalah kekahalan telak Obama. Di sisi lain, Rusia mendapatkan kekuatan moral setelah berhasil menarik AS dalam pembicaraan di Jenewa.

Barangkali Obama mengira ia akan dengan mudah menaklukkan Suriah seperti Libya. Tatapi kelihatannya ada salah perhitungan mengenai sikap tegas Rusia terhadap krisis Suriah ini. [dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya