Berita

Prabowo Bertemu Wilfrida di Dalam Penjara Malaysia

Pemerintah RI Belum Perjuangkan Nasib Wilfrida
SABTU, 14 SEPTEMBER 2013 | 19:33 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya bertemu dengan Wilfrida Soik, TKI asal Nusa Tenggara Timur yang terancam hukuman mati karena dituduh melakukan tindak pembunuhan terhadap majikan perempuannya, Yeap Seok Pen.

Wasekjend Partai Gerindra yang juga merupakan seketaris pribadi Prabowo, Sudaryono, melalui keterangan pers, Sabtu (14/9), menjelaskan, Prabowo menemui Willfrida di penjara Kota Baru Kelantan tadi siang waktu Malaysia, setelah semalam Prabowo bertemu dengan tangan kanan Perdana Menteri Malaysia, Tan Sri Mohammad Shafee.

"Pemerintah Malaysia sangat kooperatif untuk memfasilitasi berbagai kemungkinan untuk bisa menyelematkan Wlfrida, termasuk juga untuk membantu Pak Prabowo bisa bertemu dengan Wilfrida. Bahkan, Prabowo diberikan waktu untuk bicara empat mata dengan Wilfrida," katanya.


Lebih lanjut Sudaryono menjelaskan, kasus Wilfrida yang dituduh membunuh majikannya ini, memang sudah berjalan lama, namun sejauh ini tidak ada pembelaan atau kuasa hukum untuk Wilfrida. Meski demikian, dalam pertemuan semalam dengan Prabowo, Tan Sri Mohammed Shafee yang juga tim hukum dari pemerinahan Malaysia akan menyelidiki lebih jauh sebelum keputusan final.

"Pak Prabowo sangat lega mendengar hal itu, artinya masih ada harapan," tutur Sudaryono.

Kepada Prabowo, Tan Sri Mohammed Shafee mengatakan masih ada waktu untuk membela gadis di bawah umur itu yang dituduh membunuh majikannya.

"Kita masih ada waktu untuk mengupayakan yang terbaik untuk dapat menolong gadis ini. Memang harus ada pembelaan untuk menolong gadis ini," kata Tan Sri.

Menurut Tan Sri, sejauh ini belum ada pemerintah Indonesia maupun dari KBRI yang menjenguk Wilfrida di tahanan, atau pun yang bertanggung jawab terhadap nasib Wilfrida.[dem]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya