Berita

plastik/net

Dunia

Di Inggris, Setiap Kantong Plastik Dikenai Biaya Retribusi

SABTU, 14 SEPTEMBER 2013 | 16:38 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Per tahun 2015 nanti, setiap penggunaan kantong plastik di Inggris akan dikenai biaya retribusi sebesar 5 penny atau setara dengan Rp. 900. Kebijakan ini dilakukan untuk menekan angka penggunaan kantong plastik.

Hal tersebut diumumkan oleh Wakil Perdana Menteri Inggris, Nick Clegg dalam Konvensi Liberal Demokrat pada akhir pekan ini. Seperti yang diberitakan Telegraph (Sabtu, 14/9), biaya yang dikenakan tersebut diberlakukan setelah sejumlah kantong plastik yang digunakan warga Inggris mengalami kenaikan menjadi tujuh miliar per tahun.

Kebijakan ini akan resmi diberlakukan mulai tahun 2015, sedang uang retribusi dari setiap kantong plastik akan digunakan untuk amal dan gerakan peduli lingkungan satwa liar.


Kebijakan retribusi kantong plastik tersebut sebelumnya sudah terlebih dahulu diterapkan di Irlandia Utara dan Wales, dan kedua negara itupun berhasil menekan angka penggunaan kantong plastik. Selain Inggris, negara lain juga akan menerapkan kebijakan serupa adalah Skotlandia.

Di Irlandia Utara kebijakan retribusi berhasil mengurangi jumlah kantong sebesar 80 persen, mereka menetapkan biaya sebesar 10 penny untuk setiap kantong plastik. Di Wales penarapan kebijakan itu telah menekan 76 persen penggunaan kantong plastik sejak diberlakukan tahun 2011. [ian]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya