Berita

rudal/net

Dunia

Sejak 8 Bulan Lalu, Tentara AS Sudah Disiagakan di Perbatasan Suriah

SABTU, 14 SEPTEMBER 2013 | 16:06 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Di tengah perundingan antara Amerika Serikat dengan Rusia untuk menemukan kata sepakat atas penyelesaian masalah Suriah di Jenewa, Swiss, tidak banyak tahu bahwa AS sebenarnya sudah sejak delapan bulan terakhir menempatkan pasukan di perbatasan Turki dan Suriah.

Sedikitnya 300 tentara AS bersiaga menjaga lereng bukit yang menghadap salah satu kota terbesar di Turki memantau perkembangan udara demi mencegah ancaman rudal dari Suriah.

Mereka bersiaga dengan menggunakan baju besi tertutup dan helm sepanjang hari. Mereka mengoperasikan serangkaian peluncur rudal dan stasiun radar untuk memburu dan menembak langsung setiap rudal yang berusaha menyerang.


"Kami melindungi dari segala bentuk rudal balistik atau roket yang mungkin datang dari Suriah," kata Letnan Kolonel John Dawber, Komandan pasukan batalyon ruda yang berasal dari Oklahoma seperti yang dilansir CNN (Sabtu, 14/9).

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kehadiran pasukan ini bertujuan untuk melindungi aset Amerika Serikat. "Kehadiran kami disini adalah untuk mencegah serangan dan jika serangan datang, kami bisa melindungi aset kami," katanya

Aset yang dimaksudkan Dawber adalah Gaziantep, sebuah kota industri yang tengah tumbuh secara pesat dan dihuni 1.4 juta jiwa. Kota metropolis ini terletak sekitar 30 kilometer dari perbatasan Suriah dan menurut klaim AS, merupakan kota yang menjadi target sasaran Suriah.

Akhir tahun lalu, AS, Jerman, dan Belanda menyetujui permintaan Turki untuk mengirim tiga batalion pasukan rudal guna melindungi kota Gaziantep, Adana dan Kahramanmaras. Keputusan tersebut diambil setelah serangkaian insiden lintas batas Suriah-Turki terjadi dan menimbulkan korban jiwa.

Penjagaan di perbatasan Turki-Suriah semakin diperketat pasca ketegangan terjadi di Suriah. AS yang menduga Suriah menggunakan senjata kimia pada penyerangan 21 Agustus lalu memiliki rencana untuk menggelar aksi militer terhadap Suriah. Sehingga para tentara AS di perbatasan Turki itu pun meningkatkan kesiagaannya.

Para tentara AS yang ditempatkan di Gaziantep bahkan mengatakan bahwa rudal-rudal yang disiagakan telah dilengkapi dengan hulu ledak kimia yang dirancang untuk perang.

"Karaketeristik cabang militer kami, artileri pertahanan udara, memungkinkan selalu adanya ancaman kimia," kata Kapten Tarik Jones. [ian]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya