Berita

presiden sby/net

Presiden SBY Layak Pertimbangkan TNI untuk Bantu Polisi

SABTU, 14 SEPTEMBER 2013 | 09:21 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Penembakan pada polisi akhir-akhir ini sudah benar-benar membuat masyarakat resah. Karena itu, Presiden SBY harus mengambil-alih persoalan ini dengan memberdayakan semua lembaga.

Demikian disampaikan Wakil Ketua Komisi I, Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin dalam keterangan beberapa saat lalu (Sabtu, 14/9).

"Penegakan hukum dan segala proses hukum tetap harus dihormati dan menjadi tanggung jawab polisi. Tapi Presiden harus masuk untuk mengambil langkah kongkrit memadukan kekuatan yang ada, karena ini bukan lagi persoalan polisi saja namun sudah menjadi persoalan kita semua," kata TB Hasanuddin.


Menurut TB Hasanuddin, yang merupakan politisi PDI Perjuangan, salah satu lembaga yang layak dipertimbangkan untuk membantu polisi itu adalah TNI. Apalagi TNI memiliki aparat teritorial hingga ke tingkat pedesaan.

"Atau memaksimalkan badan intelijen. Sehingga dengan semua lembaga bergerak, maka hal ini akan memudahkan pencarian pelaku teror," tegas TB Hasanuddin.

Paling tidak, dalam empat bulan terakhir ini, sudah ada lima peristiwa penembakan pada polisi. Pada 7 Juni, peristiwa penembakan terjadi di Kediri dengan korban Bripka Didik Puguh. Pada 27 Juli, peristiwa penembakan terjadi di Jalan. Cirendeu Raya, Ciputat dengan korban Aipda Fatah Saktiyono. Pada Rabu 7 Agustus, peristiwa penembakan terjadi di Depan RS Sari Asih, Ciputat, dengan korban Ipda Dwiyanto. Pada Jumat 16 Agustus, peristiwa penembakan terjadi di Pondok Aren, Ciputat, dengan korban Bripda Kus Hendratma dan Bripka Ahmad Maulana.

Penembakan pun terjadi kepada Bripka Sukardi di depan gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa malam (10/9). Terakhir, pada 13 September, polisi kembali ditembak di Cimangis dengan korban Briptu Ruslan. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya