Berita

Diteror Pensiunan Jenderal, Graha Cempaka Mas Resah

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 22:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sejumlah pemilik unit apartemen di Graha Cempaka Mas, Jakarta, dilaporkan sedang resah. Mereka merasa diteror oleh sekelompok orang mengatasnamakan Forum Komunikasi Warga Graha Cempaka Mas (FK-WGCM) yang dipimpin seorang purnawirawan jenderal TNI AD.

Penghuni GCM yang merasa terancam itu didatangi untuk mendukung langkah FK-WGCM menolak kenaikan biaya service charge dan menggulingkan pengurus Perhimpunan Pemilik Rumah Susun (PPRS) yang sah.

Menurut Tony, salah seorang pemilik unit apartemen Tower C1 GMC, misalnya, anggota FK-WGCM mengetok pintu apartemen pada malam hari untuk mengumpulkan tandatangan surat kuasa dukungan.


"Mereka juga menyebar kuesioner dengan isi pertanyaan mengarahkan pemilik atau penyewa untuk menuntut pembubaran PPRS yang sah. Isu yang digunakan penolakan kenaikan biaya service charge dan indikasi penggelapan uang dari pemilik oleh pengelola selama berpuluh tahun lamanya," ujar Tony dalam keterangan yang diterima redaksi.

Dia menambahkan, sejumlah penghuni lain juga diintimidasi oleh sekelompok orang suruhan FK-WGCM yang mengaku pemilik dan penyewa. Bahkan ada penghuni yang diintimidasi di saat dalam suasana berduka akibat sang kepala keluarga baru meninggal dunia.

"Saya sudah jelaskan ke teman-teman semua tentang kondisi sebenarnya. Mereka mengerti. Sampai sekarang kami bayar ke pengurus sah. Teman-teman saya orang waras semua, tidak takut intimidasi," jelas mantan Ketua RT di Blok C1 ini.

Seorang penghuni di Towe A2 juga mengaku apartemennya sering diketuk anggota FK-WGCM di malam hari dan dicaci maki sebagai pengkhianat perjuangan aspirasi warga karena tidak mendukung pembubaran PPRS.

Seorang penghuni di Tower A1 mengatakan orang tuanya nyaris menjadi korban tipu daya kelompok K-WGCM. Untungnya, sang ayah berkilah dirinya sebatas penyewa sehingga tidak bisa memberikan surat kuasa seperti yang diminta oleh FK-WGCM.

Laporan lain juga menyebutkan bahwa Ketua RW setempat menjelaskan bahwa sang pensiunan jenderal yang membidani organisasi sempalan ini tidak pernah terdaftar sebagai penghuni di unit apartemen.

"Di Kartu Keluarga asli juga tidak ada namanya sebagai kepala keluarga," ujar Ketua RT bernama Hery ini. [dem]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya