Berita

Bima-Usmar/net

Politik

Bima-Usmar Diminati Pemilih Bogor

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 16:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jelang pemilihan Walikota Bogor besok, dukungan untuk pasangan Bima Arya-Usmar Hariman (Bima-Usmar) makin menguat. Tak hanya datang dari kalangan intelektual, keyakinan pasangan Bima-Umar sebagai pasangan muda, bersih dan visioner nyata adanya dalam keyakinan masyarakat pemilih Kota Bogor.

"Dari pantauan saya di lapangan beberapa hari terakhir ini, saya melihat dan mendengar bahwa pemilih kalangan menengah, pemilih berusia muda dan para ibu rumah tangga punya kecenderungan untuk memilih pasangan Bima Arya-Usmar Hariman," ujar  dosen Fakultas Hukum Universitas Djuanda, Bogor, Junaidi, di Bogor, Jum'at (13/9).

Junaidi berpendapat pasangan Bima-Usmar sangat diminati oleh masyarakat. Selain populer, sosok Bima Arya dipandang bebas dari konflik.


"Saya sendiri mengamati jika Bima dianggap publik bersih sebab sebelumnya sama sekali tidak pernah terkait dengan birokrasi pemerintah Kota Bogor," tambahnya.

Junaidi memprediksi, pasangan nomor urut 2 itu akan bersaing ketat melawan Rukhyat-Aim yang dianggap mewakili kepentingan incumbent yang dikenal punya basis  massa tradisional dan fanatik dalam pilkada dua periode terakhir.

"Pasangan Rukhyat-Aim akan tergerus kalah jauh oleh Bima-Usmar. Sebab dukungan kepada mereka saat ini sudah sangat jauh berkurang akibat isu korupsi yang melanda petinggi partai pengusungnya yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagaimana banyak diberitakan media massa.

Pemilihan Walikota Bogor sendiri akan digelar Sabtu besok (14/9), diikuti lima pasangan calon, yakni Firman Halim-Gartono, Bima Arya-Usmar Hariman, Achmad Ru'yat-Aim Halim Hermana, Dody Rosadi-Untung W Maryono dan Syaiful Anwar-Muztahidin Al Ayubi. [rus]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

KPK Panggil Bos Rokok HS di Kasus Suap Cukai

Kamis, 02 April 2026 | 10:39

UPDATE

Tidak Mengutuk Tapi Ayo Gugat Israel di PBB

Minggu, 05 April 2026 | 01:55

Energi Transisi Sulap Desa Rentan jadi Resisten

Minggu, 05 April 2026 | 01:32

1.305 Rekomendasi Audit BPK di Kementerian PU Belum Tuntas

Minggu, 05 April 2026 | 01:10

Pakistan Gratiskan Transportasi Umum Buntut Demo Kenaikan BBM

Minggu, 05 April 2026 | 00:52

Menang di Tingkat Kasasi, Natalia Rusli Fokus Kawal Perkara Pidana

Minggu, 05 April 2026 | 00:32

Pemerintah Desak DK-PBB Lindungi Pasukan Perdamaian di Lebanon

Minggu, 05 April 2026 | 00:12

Pelni Sukses Layani 467 Ribu Penumpang Selama Arus Mudik-Balik Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 23:57

KSAD: Tiga Prajurit Gugur, Kami Sangat Kehilangan

Sabtu, 04 April 2026 | 23:32

Menlu Ungkap Ada Tiga Prajurit TNI Lagi Terluka di Lebanon

Sabtu, 04 April 2026 | 23:11

ITERA: Fenomena Langit Lampung Timur Diduga Sampah Antariksa Roket China

Sabtu, 04 April 2026 | 22:42

Selengkapnya