Berita

JOHN KERRY/NET

Dunia

AS Masih Berhasrat Serang Suriah

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 16:11 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS), John Kerry menyatakan bahwa pihaknya dan Rusia memiliki tujuan yang sama namun berbeda ide dalam menyelesaikan masalah di Suriah.

Hal ini diutarakan Kerry di sela-sela pertemuan dengan Menlu Rusia Sergey Lavrov di Jenewa, Swiss pada Kamis (12/9) waktu setempat.

"Ini bukan permainan," kata Kerry seperti yang dilansir CNN.


Kerry menambahkan bahwa persetujuan dalam negosiasi harus memenuhi tiga syarat, yakni lengkap, terverifikasi, kredibel, dan dapat diimplementasikan tepat waktu.

"Harus ada konsekuensi jika itu (kesepakatan) tidak terjadi," lanjut Kerry.

Pernyataan Kerry tersebut menunjukkan bahwa ancaman AS untuk menyerang Suriah akan tetap menjadi pilihan jika negosiasi tersebut gagal menemukan kesepakatan.

Sementara itu, Lavrov menegaskan bahwa dengan sikap Suriah yang bersedia menandatangi Konvensi Senjata Kimia telah memperlihatkan bahwa aksi militer tap perlu lagi dilancarkan.

Pada hari yang sama, Duta Besar Suriah untuk PBB Bashar Ja'afari mengatakan bahwa negaranya secara resmi telah diminta untuk bergabung dengan konvensi yang akan melarang Suriah memproduksi atau menggunakan senjata kimia dengan pengawasan dari komunitas internasional.

Terlebih lagi, Presiden Suriah Bashar al-Assad telah menegaskan posisinya yang menerima pengawasan internasional atas kepemilikan senjata Suriah, hanya jika AS membatalkan rencana tindakan militernya.

"Ini berarti bahwa Suriah akan menandatangani dokumen (Konvensi Senjata Kimia), melaksanakan kondisi (pengawasan internasional terhadap senjata Suriah) dan hanya itu," kata Assad dalam wawancara perdananya mengomentari kepemilikan senjata yang ditayangkan televisi Rusia.

"Proses ini bilateral didasarkan, pertama-tama, pada Amerika Serikat menghentikan kebijakannya mengancam Suriah," tegas Assad.

Dalam wawancara, Assad juga menyatakan siap mengikuti konvensi yang memberikan Suriah batas waktu selama 30 hari pasca penandatanganan untuk memberikan data dan informasi lengkap mengenai cadangan senjata yang dimilikinya di bawah pengawasan komunitas internasional. Namun Kerry menyiratkan penolakan AS terhadap ide tersebut dalam sambutannya di hadapat Lavrov.

"Kita percaya bahwa tidak ada standar untuk proses (penyerahan senjata Suriah) ini," kata Kerry menanggapi pernyataan Assad.

"Kami dengan tegas menjelaskan bahwa kita tidak bisa membiarkan itu (penyerangan senjata kimia) terjadi lagi."

Pertemuan tingkat menteri antara AS dan Rusia direncanakan berlangsung selama dua hari di Jenewa bersama tim diplomatik, termasuk para ahli senjata.[wid] 

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya