Berita

ilustrasi, pembantaian westerling

Dunia

Belanda Resmi Minta Maaf Pada Janda Pembantaian Westerling

Korbannya Ribuan, Yang Disantuni Cuma 10 Orang
JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 09:03 WIB

Pemerintah Negeri Kincir Angin melalui Kedutaan Besar (Kedubes) Belanda di Jakarta, kemarin, mengumumkan permintaan maaf resmi mereka kepada keluarga pembantaian Westerling di Sulawesi Selatan. Permintaan maaf resmi ini disampaikan langsung oleh Duta Besar Belanda untuk Indonesia Tjeerd de Zwaan kemarin.

Selain meminta maaf, Belanda memberikan sumbangan senilai 20 ribu euro atau sekitar Rp 620 juta kepada para janda korban Westerling. Meski korban Westerling berjumlah ribuan, namun Belanda hanya memberi santunan kepada 10 janda korban.

Namun, permintaan maaf tersebut tidak seluruhnya disambut baik. Keluarga korban pembantaian tentara yang dipinpin Raymond Pierre Paul Westerling itu, memprotes pemberian santunan yang hanya diberikan kepada 10 janda korban. Keluarga korban Westerling mengatakan, pemberian santunan tidak tepat jika hanya diberikan kepada janda korban, karena sebagian besar dari mereka sudah tiada.


Turut hadir dalam acara kemarin adalah perwakilan tiga keluarga korban pembantaian Westerling pada 1946-1947. Kebanyakan para janda itu tidak bisa datang karena faktor usia. Dalam kesempatan tersebut, pihak Kedubes Belanda melarang awak media mewawancarai perwakilan keluarga korban. Pihak Kedubes baru memberi izin wawancara dalam acara kunjungan Dubes de Zwaan ke Sulsel pekan depan.

“Kami mohon maaf, tidak boleh ada wawancara sekarang. Silakan wawancara saat kunjungan dubes pekan depan,” tegas salah satu staf kedutaan.

Dalam pidatonya, Dubes de Zwaan menegaskan, acara kemarin memang sengaja diadakan  untuk menghormati para janda korban pembantaian para tentara Belanda di masa lampau.

“Kami juga ingin menunjukkan niat kami memperbaiki hubungan dengan Indonesia. Salah satunya, menyampaikan rasa bersalah kami kepada para janda korban Westerling,” ujar dubes de Zwan.

“Para korban secara langsung telah mengalami bagaimana hubungan antara Belanda dan Indonesia memburuk bertahun-tahun usai proklamasi Kemerdekaan Indonesia,” tambahnya.

“Atas semua keburukan yang telah Anda alami, saya menyampaikan permintaan maaf kepada para janda di Bulukumba, Pinrang, Polewali Mandar, dan Parepare,” lanjut Dubes de Zwaan.

Dia berharap, permintaan maaf dan biaya kompensasi yang diberikan pemerintah Negeri Tulip itu bisa dimanfaatkan oleh para janda dan keluarganya.

Niat meminta maaf ini sebenarnya sudah disampaikan oleh Perdana Menteri Belanda Mark Rutte pada 30 Agustus lalu.  Saat itu, Belanda telah meminta maaf dan membayar kompensasi kepada keluarga korban orang-orang dalam kasus-kasus tertentu. Tetapi tidak pernah menyampaikan permintaan maaf dan menawarkan kompensasi bagi para korban eksekusi secara umum. [Harian Rakyat Merdeka]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

UPDATE

Sekjen MPR akan Evaluasi Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:17

UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 18:12

40 Ormas Tolak Berkas Kasus Ade Armando Cs Dilimpahkan ke Polda Metro

Senin, 11 Mei 2026 | 18:10

Bos PSI Jatim Bagus Panuntun "Puasa Bicara" Setelah 10 Jam Digarap KPK

Senin, 11 Mei 2026 | 18:09

MPR Minta Maaf soal Juri Lomba Cerdas Cermat Empat Pilar Bikin Gaduh

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

PTC Bukukan Laba Rp152,9 Miliar di Tengah Fluktuasi Industri

Senin, 11 Mei 2026 | 17:43

Warga Sitaro Minta Proses Hukum Bupati Chyntia Kalangin Berjalan Adil

Senin, 11 Mei 2026 | 17:42

Bus Terguling di Tol Sergai, Empat Penumpang Tewas

Senin, 11 Mei 2026 | 17:33

Keberanian Siswi Koreksi Juri LCC Patut Diapresiasi

Senin, 11 Mei 2026 | 17:17

Bank Mandiri Pertegas Komitmen Akselerasi UMKM Naik Kelas di Ajang Inabuyer 2026

Senin, 11 Mei 2026 | 17:14

Selengkapnya