Berita

ilustrasi/net

Lambang Palu Arit Bertebaran di Beberapa Titik di Tebingtinggi

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 08:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Lambang Palu-Arit yang identik dengan lambang Komunisme, atau di Inodnesia lambang Partai Komunis Indonesia (PKI), bertebaran di Tebingtinngi, Sumatera Utara. Lambang ini pun disertai dengan tulisan dari cat pilox.

"Komunis harga mati. Bangun dan Melawan! Hidup rakyat. Kita sudah ditindas, kita harus melawan. Revolusi harga mati, kami akan terus melawan. Komunisme," demikian salah satu tulisan yang ada di dinding samping kanan SMP Negeri 1 Jalan DI Panjaitan, persisnya di seberang kiri jalan menuju rumah dinas Walikota Tebingtinggi.

Selanjutnya, tulisan dan lambang palu-arit juga ada di dinding tembok eks kantor Bank Dagang Negara (BDN) Jalan Perintis Kemerdekaan, Tebingtinggi; di dinding sekolah Yayasan Budi Dharma Jalan Veteran dan di simpang Jalan Kartini.


Menurut  Omryn Silalahi, warga Jalan DI. Panjaitan, Tebingtinggi, Kamis malam (12/9), memang ada seorang warga yang melihat dua orang anak muda berboncengan naik sepeda motor dan berhenti di Jalan DI Panjaitan.

"Tapi warga yang melihat tak begitu memperhatikan, soalnya lampu penerangan jalan mati," ungkap Omryn Silalahi, sebagaimana dilansir JPNN (Jumat, 13/9).

Sementara Adrul, Kasek SMP Negeri 1 Tebingtinggi menduga, pelaku yang menuliskan kalimat soal komunis tersebut adalah orang jahil. "Tapi cemas juga kita, karena seolah-olah akan ada masalah," ungkapnya. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya