Berita

arb-fuad/net

Ketua DPP Golkar: Yang Mewacanakan Evaluasi Capres Hanya Cari Panggung Demi Kepentingan Sesaat

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 07:26 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Segelintir orang yang mewacanakan agar pencapresan Ketua Golkar Aburizal Bakrie dievaluasi hanya mencari panggung saja. Mereka mencari panggung, dengan modal asal tampil beda.

"Karena modal asal tampil beda maka mereka cuma bisa merecoki saja, dan justru merusak soliditas Golkar," kata Ketua DPP Partai Golkar bidang Informasi dan Penggalangan Opini, Fuad Hasan Masyhur, kepada Rakyat Merdeka Online, Kamis kemarin (12/9).

Fuad pun yakin, segelintir orang yang kembali mau mengevaluasi pencapresan ARB dengan atas nama Golkar hanyalah basa-basi belaka. Bila memang mereka mencintai Golkar, sudah seharusnya membangun soliditas dan bekerja keras untuk meningkatkan elektabilitas partai, dan bukan malah merusak konsolidasi dari dalam.


"Boleh berpandangan, tapi jangan merusak apa yang sudah dikerjakan kader," tegas Fuad, sambil mengatakan bahwa tingkat elektabilitas Partai Golkar di bawah kepemimpinan Aburizal Bakrie, sebagaimana dilihat dari berbagai lembaga survei, sudah berhasil mengungguli partai-partai lain dan bahkan melampaui tingkat perolehan Golkar di 2004 dan 2009.

"Kalau mereka mencintai Golkar, ya kerja kerja keras, berikan kontribusi pada Golkar, jangan bicara seoalah-olah demi kepentingan Golkar padahal demi kepentingan sesaat, lalu menggerogoti dari dalam," tegas Fuad, sambil juga mengatakan bahwa selama ini pengurus DPP Golkar selalu terbuka dan mendengar semua keluhan kader.

Selama ini, ungkap Fuad, hampir semua pernyataan Aburizal Bakrie adalah terkait dengan kepentingan bangsa dan negara. Aburizal Bakrie misalnya menawarkan konsep negara kesejahteraan untuk membangun Indonesia yang maju dan diperhitungkan dunia pada tahun 2045 mendatang.

"Pikiran-pikiran ARB itu besar, dan itu demi bangsa. Pak ARB pun selalu mengajarkan kepada kader bahwa kepentingan nasional, kepentingan merah-putih lebih utama. Bukan seperti yang disampaikan segelintir orang, yang hanya bicara kepentingannya sendiri," tegas Fuad. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya