Berita

ILUSTRASI/NET

SKK Migas Harus Serahkan Blok Siak ke BUMD!

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 06:38 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) didesak menyerahkan pengelolaan Blok Migas Siak kepada perusahaan nasional, dalam hal ini PT Bumi Siak Pusako, yang merupakan BUMD Migas Riau. Hal ini terkait pengelolaan Blok Siak oleh PT. Chevron Pacific Indonesia (CPI) yang akan berakhir masa kontraknya pada 27 November 2013.

Desakan ini disampaikan oleh Wakil Ketua Umum DPP Perhimpunan Gerakan Keadilan (PGK), Ton Abdillah Has. Ton mendesak hal ini karena pemerintah Indonesia belum juga menentukan sikap. Padahal pemerintah provinsi dan empat pemerintah kabupaten di Riau telah menyatakan kesanggupan untuk melanjutkan pengelolaan Blok Siak, yang saat ini dikuasai perusahaan asing itu.

Ton menilai blok minyak yang menghasilkan lebih dari 2000 barel per hari ini berpotensi menambah pendapatan  pemerintah setempat. Apalagi PT. Bumi Siak Pusako telah terbukti sukses mengelola CPP Blok yang sebelumnya dikuasai PT. Caltex sejak tahun 2001. Bahkan, bisa dikatakan, Bumi Siak Pusako merupakan BUMD Migas pertama dan tersukses di Indonesia.


"Sikap pemerintah yang belum bersikap ini mengherankan. Sebab Bumi Siak Pusako sangat siap dari sisi apapun. Mereka punya pengalaman, teknologi, sumber daya manusia. Bahkan secara finansial, pemda dan perbankan siap mendanai," kata Ton dalam keterangan beberapa saat lalu (Jumat, 13/9).

Selama ini, ungkap Ton, pemerintah selalu berlindung pada kehawatiran turunnya target lifting minyak nasional. Dan di saat yang sama, pemerintah mengabaikan aspirasi masyarakat yang ingin faedah migas yang selama ini dikuasai asing bisa optimal bagi masyarakat Riau.

Ton berpandangan, argumentasi Kementerian ESDM dan SKK Migas andai pada akhirnya pengelolaanTon Blok Siak kembali diserahkan kepada Chevron sangat tidak berdasar. Toh secara nasional, target lifting migas selalu turun dan dibawah asumsi APBN dalam beberapa tahun terakhir.

"Apalagi, Blok Siak hanyalah Blok kurus yang produksinya tinggal sedikit, jadi tinggal ampas saja tidak diserahkan apalagi blok besar yang masih berproduksi besar," demikian Ton, yang juga Calon Anggota DPR RI dari Partai Golkar dapil Riau II ini. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya