Berita

Bima Arya Jawaban Menuju Bogor Strategis dan Dinamis

JUMAT, 13 SEPTEMBER 2013 | 02:14 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Masyarakat Kota Bogor sangat mendambakan perubahan dengan hadirnya pemimpin yang kredibel, visioner dan progresif. Sebab, hanya dengan pemimpin berkarakter seperti itulah, Bogor bisa menjadi kota yang strategis dan dinamis yang selama di bawah kepemimpinan Walikota Diani Budiarto gagal diwujudkan.

"Gambaran dari keinginan itu menurut hemat saya, secara maksimal bisa terakomodasi pada diri Bima Arya," ujar Dekan Fakultas Hukum Universitas Pakuan Bogor, Iwan Darmawan, kepada Rakyat Merdeka Online, Jumat (12/9).

Menurutnya, masyarakat di lingkungan kampus dan mantan pegawai pemerintahan Kota Bogor saat ini banyak yang menginginkan adanya perubahan besar di Kota Bogor. Mereka menyandarkan harapan agar Walikota Bogor yang akan terpilih pada pemilihan yang akan digelar besok merupakan sosok muda dan bersih sehingga bisa mewujudkan harapan Bogor menjadi kota strategis dan dinamis.


Ukuran bersih tentu saja beranjak dari track record calon yang tidak pernah melakukan hal-hal yang merugikan, baik dari sisi hukum maupun sosial. Dan Bima Arya, menurut Iwan, adalah figur calon yang mewakili kriteria ini.

"Saya pikir itu adalah buah dari pengalaman mereka selama sepuluh tahun dipimpin Walikota Bogor Diani Budiarto. Saya pribadi melihat Diani tidak bisa dibanggakan dari sisi hukum untuk kemudian menyebutnya kredibel, visioner dan progresif supaya Bogor menjadi kota yang strategis dan dinamis," katanya.

Alih-alih mewujudkan harapan masyarakat Kota Bogor, katanya lagi, di akhir masa jabatannya Diani malah membuat Kota Bogor menjadi perhatian komunitas hukum. Perhatian tersebut tertuju karena kasus yang mengindikasikan ketidakpatuhan dan tindakan melawan hukum yang dilakukan Diani.

"Kecenderungan kaum terdidik Kota Bogor ini adalah sedikit gambaran yang bisa mempengaruhi perubahan bagi Kota Bogor. Jadi, pilihan terhadap kalangan muda dan bersih adalah pilihan yang tepat," katanya.

Pemilihan Walikota Bogor sendiri akan digelar Sabtu besok (14/9), diikuti lima pasangan calon, yakni Firman Halim-Gartono, Bima Arya-Usmar Hariman, Achmad Ru'yat-Aim Halim Hermana, Dody Rosadi-Untung W Maryono dan Syaiful Anwar-Muztahidin Al Ayubi.[dem]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Jepang Akui Otonomi Sahara Solusi Paling Realistis

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:21

Pencanangan HUT Jakarta Bawa Mimpi Besar Jadi Kota Global

Minggu, 10 Mei 2026 | 12:02

Warga Jakarta Kini Wajib Pilah Sampah Jadi 4 Kategori, Ini Daftarnya

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:40

Kritik Amien Rais Dinilai Bermuatan Panggung Politik

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:30

Pramono Optimistis Persija Menang Lawan Persib

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:18

Putin Klaim Perang Ukraina Segera Berakhir, Siap Temui Zelensky untuk Damai

Minggu, 10 Mei 2026 | 11:10

JK Negarawan, Pemersatu Bangsa, dan Arsitek Perdamaian Nasional yang Patut Dihormati

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:48

BMKG-BNPB Lakukan OMC Kendalikan Potensi Karhutla di Sumsel

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:41

Israel Bangun Pangkalan Militer Rahasia di Gurun Tanpa Sepengetahuan Irak

Minggu, 10 Mei 2026 | 10:23

KPK Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Anggota BPK Haerul Saleh

Minggu, 10 Mei 2026 | 09:44

Selengkapnya