Berita

lalu mara/net

Wasekjen Golkar Cium Upaya Merekayasa Wacana dari Orang yang Ngebet Jadi Capres

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2013 | 15:04 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Pengurus DPP Golkar mencium ada upaya dari orang dalam yang ngebet menjadi calon presiden (Capres). Orang ini menghalalkan segala cara, termasuk mendesain dan memproduksi wacana di tengah publik melalui pemberitaan. Di antara wacana yang dilemparkan kepada publik itu adalah soal evaluasi pencapresan Aburizal Bakrie.

Wakil Sekjen Golkar Lalu Mara Satria Wangsa adalah di antara yang mencium upaya itu. Lalu Mara misalnya mencium jelas dari pemberitaan yang menyebutkan  ada anggota Dewan Pertimbangan Golkar, Mesir Suryadi, yang meminta agar Golkar mengevaluasi pencapresan ARB, biasa Aburizal disapa.

Kepada Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu (Kamis, 12/9), Lalu Mara menegaskan bahwa Mesir Suryadi sama sekali tak duduk di posisi Wantim Golkar, yang dipimpin Akbar Tanjung. Bahkan nama Mesir pun tidak ada di kepengurusan DPD Golkar. Di Nusa Tenggara Barat, dalam Pemilu 2009, Mesir juga gagal menjadi anggota legislatif.


"Aneh, Mesir yang tak duduk di Dewan Pembina, termasuk di DPD Golkar NTB, dijadikan narasumber. Sebagai mantan wartawan saya bisa menebak dan menganalisa. Apalagi Mesir Suryadi adalah Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) NTB. Arahnya jelas kemana," kata Lalu Mara, sambil memperkuat analisanya dengan menyebutkan pernyataan Mesir pun ditopang oleh pernyataan Iskandar Manji.

Soal evaluasi capres, Lalu Mara menegaskan bahwa itu sudah final, dan Golkar akan tetap mengusung ARB. Bila pun survei dijadikan alasan dan dasar untuk mewacanakan kembali pencapresan, maka itu pun sangat tidak relevan. Sebab saat ini tingkat elektabilitas ARB berada di nomor dua, di bawah Prabowo. Bahkan berdasarkan survei juga, posisi ARB di atas Megawati dan Jusuf Kalla.

Lalu Mara kembali menegaskan bahwa Pilpres masih sembilan bulan lagi. Dan saat ini Golkar sedang fokus pada pileg, dan semua kader bekerja untuk memenangkan pileg sambil terus mensosialisasikan ARB sebagai capres dari Golkar.

"Insya Allah tujuan kami tercapai," kata Lalu Mara.

"Bagi yang ngebet jadi capres, ya silakan. Tapi sesuai UU Pilpres kan harus diusung parpol yang mencapai 20 persen. Kalau tidak diusung parpol, ya mana bisa," sindir Lalu Mara. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya