Berita

ilustrasi/net

Bila Dibiarkan, Tak Mustahil Penembak Misterius Menyasar Jenderal, Politisi dan Pejabat...

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2013 | 11:17 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Kapolri Jenderal Timur Pradopo harus segera memerintahkan, memberi batas waktu, dan mensupervisi jajaran Polda Metro Jaya untuk segera memburu, menangkap dan mengungkap kasus penembakan terhadap polisi di ibukota, terutama penembakan di depan gedung KPK pada Selasa malam (10/9).

"Kasus penembakan di depan KPK menjadi puncak keresahan warga Jakarta setelah sebelumnya adanya empat kasus penembakan dan dua kasus pengeroyokan terhadap polisi di ibukota sejak dua bulan terakhir," kata Ketua Presdium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane, beberapa saat lalu (Kamis, 12/9).

Neta menilai, aksi penembakan terhadap polisi yang semula di wilayah pinggiran dan kini mulai bergeser ke pusat ibukota menimbulkan kekhawatiran tersendiri bagi banyak pihak. Jika aksi penembakan ini tidak segera diungkap dan kemudian terbiarkan bukan mustahil aksi teror penembak misterius ini akan makin melebar dan muncul di berbagai pihak. Dan jika tren penembakan misterius ini kian melebar, bukan mustahil sasarannya pun kian melebar pula.


"Artinya, tidak hanya polisi jajaran bawah yang jadi sasaran. Bukan mustahil para pelaku penembak misterius meningkatkan sasarannya untuk uji nyali, di antaranya menembak perwira atau pejabat Polri atau bahkan menembak para politisi atau pejabat pemerintah dan pejabat negara sebagai sasaran atau korban," ungkap Neta.

Jika para pejabat Polri, para politisi dan pejabat pemerintah menjadi sasaran penembak misterius, Neta yakin, ibukota Jakarta pun seakan berubah menjadi wilayah yang tidak bertuan, dan kecaman-kecaman kepada polri akan kian meningkat. Untuk itu kasus penembakan mistrius ini tidak boleh terbiarkan terlalu lama dan harus segera diungkap agar mata rantai penembakan tersebut bisa diputus dan dihentikan, sehingga warga ibukota tidak terus menerus dikecam rasa takut.

"Kapolri harus segera memotivasi jajaran Polda Metro Jaya agar mampu mengungkap kasus tersebut dan Polri tetap dipercaya publik dalam menjaga keamanan ibukota," demikian Neta. [ysa]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya