Berita

ILUSTRASI/NET

KRISIS SURIAH

Lima Negara Pemilik Hak Veto di PBB Berdiskusi Sebelum Menlu AS dan Rusia Bertemu

KAMIS, 12 SEPTEMBER 2013 | 09:45 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

. Menjelang pertemuan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), John Kerry, dan Menteri Luar Negeri Rusia, Sergei Lavrovm di Genewa Swiss, lima negara pemilik hak veto tetap di PBB menggelar pertemuan dan diskusi pada hari Rabu waktu setempat (11/9).

Pertemuan yang dilakukan di New York, AS tersebut mendiskusikan rencana penyusunan resolusi yang akan diberlakukan terhadap Suriah.

"Diskusi hari ini membantu untuk melancarkan jalan untuk pertemuan besok (Kamis 12/9)," ujar salah satu perwakilan diplomat seperti yang dilansir oleh Reuters (Kamis, 12/9).


Sementara itu, diplomat lainnya mengatakan bahwa pertemuan tersebut belum akan menghasilkan resolusi akhir, melainkan untuk melakukan konsolidasi awal.

"Belum benar-benar membahas rancangan resolusi," ujarnya.

Para diplomat mengatakan bahwa dalam pertemuan tersebut telah ada rancangan lainnya sebagai upaya menemukan kesepakatan yang sama mengenai tindakan yang akan dilakukan terhadap Suriah. Rancangan tersebut akan dibahas lebih lanjut pada pertemuan di Genewa.

Konsep awal yang diusulkan Perancis mengenai resolusi terhadap Suriah telah ditolak oleh Rusia. Konsep tersebut mendesak Suriah untuk menyerahkan seluruh persenjataan yang dimilikinya, jika tidak maka Suriah akan menghadapi langkah-langkah hukum bahkan militer.

Sebagai gantinya, Rusia mengajukan usulan lain yang serupa, yakni meminta Suriah menyerahkan senjata kimia yang dimilikinya kepada pengawasan internasional. Usulan Rusia tersebut dilakukan dengan cara yang lebih halus dan tidak menggunakan paksaan. Usulan tersebut telah diterima dan disetuji oleh Suriah.

Usulan Rusia tersebut kemudian dipertimbangkan oleh AS, sehingga rencana pemungutan suara di tingkat legislatif AS untuk melancarkan tindakan militer terhadap Suriah ditunda. [ysa]

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

Jokowi Sulit Mengelak dari Tuduhan Ijazah Palsu

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:15

UPDATE

Indeks Persepsi Korupsi RI Tetap Rendah, Padahal Rajin Nangkap Koruptor

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:17

Adu Prospek Sesi II: BNBR-BRMS-BUMI, Mana yang Lebih Tangguh?

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:11

Sandiaga Uno: Jangan Masuk Politik karena Uang

Kamis, 22 Januari 2026 | 14:06

Grup Bakrie Jadi Sorotan, Saham DEWA dan BRMS Pimpin Pergerakan di Sesi Siang

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:56

Angkot Uzur Tak Boleh Lagi Wara Wiri di Kota Bogor

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:53

BNBR Fluktuatif di Sesi I: Sempat Bertahan di Rp230, Kini Menguji Level Support Rp200

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:48

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Sufmi Dasco Tegaskan Pilpres Tetap Dipilih Rakyat Langsung

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:35

Ekspor Ekonomi Kreatif RI Catat Tren Positif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:29

Aplikasi jadi Subsektor Tertinggi Investasi Ekonomi Kreatif

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:16

Selengkapnya