chatib basri/net
chatib basri/net
Saat itu, Chatib dinilai berbicara dengan menggunakan bahasa atau kepentingan Bank Dunia selaku kreditur, dan Indonesia selaku debitur. Kreditur khawatir Indonesia akan kesulitan membayar utang dengan bunganya bila APBN banyak terserap subsidi BBM. Bahkan kreditur takut jika Indonesia tidak mampu menambah utangnya pada kreditur. Sebab Indonesia adalah pasar utang Bank Dunia.
Pernyataan Chatib saat itu pun langsung dibantah mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier. Waktu itu Fuad yakin bahwa kurs Rp akan melemah, dan menjadi sekitar Rp 12.000 per dolar AS. Fuad yakin bila harga BBM naik maka akan terjadi inflasi di tengah impor yang sedanng naik tajam sehingga terjadi trade defisit. Akibatnya rupiah akan terdepresiasi untuk menyesuaikan dengan inflasi rupiah yang dibarengi dengan trade defisit sehingga cadangan devisa menurun. Maka kepercayaan terhadap rupiah anjlok, apalagi hot money ikut pula mengalir keluar negeri. Akibatnya rupiah semakin melemah.
Populer
Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31
Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16
Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47
UPDATE
Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11
Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11
Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02